[On Going FF] Vampire on School Part 5 : “The End of Fang”

V.O.S (Vampire On School)
Part 5: THE END OF FANG
Cast: F.T. Island, Park Shin Hye, Kim Hyun Joong, Jung Yong Hwa, Uee, Kakek Fang, Lee Min Ho.
Special for “HONGSTAR DAN SHINHYE YANG LAGI UJIAN>>FIGHTING!”


Lee Hong Ki tidak berhenti memikirkan Kakek di rumah. Sedangkan matahari sudah mulai terbenam. Hong Ki masih terus melompati atap demi atap. Sementara itu, di gudang yang dianggap rumah itu telah terjadi suatu kejadian. Mengulang kejadian sebelumnya, Uee yang membawa Yong Hwa pulang tidak disambut oleh Kakek. Kakek tengah berada dalam ruangannya yang kali ini dengan pintu terkunci. Perempuan yang “mengaku” cucu Kakek itu lalu menemui Kakeknya diruangannya, ia meminta beberapa obat untuk mengobati penyakit Yong Hwa. Tapi Kakek Fang tidak mau membukakan pintu untuk Uee dan menyarankan untuk mengambil obat yang sama yang berada di luar ruangannya. Tanpa curiga, karena hanya menganggap Kakeknya itu sedang sibuk seperti biasanya, maka Uee pun menuruti perintah Kakek dan segera mengobati Yong Hwa lagi. Di dalam ruangan Kakek, tanpa sepengetahuan siapapun, Kakek sedang melakukan pembedahan terhadap dirinya sendiri. Pembedahan apa? Entahlah! Tetapi cukup lama setelahnya, terdengar suara pintu gudang yang seperti dihantam dengan kerasnya. Uee yang masih mengobati Yong Hwa yang terluka kini berhambur keluar untuk melihat apa yang terjadi. Dan betapa shocknya ia saat dihadapannya saat ini berdiri sesosok monster serigala dengan badan yang mungkin tiga kali lebih besar darinya. Air liur serigala itu tampak menetes dan mata kuning besarnya mengerling dengan tajam ke arah Uee. Tidak butuh waktu lama, Uee yang panik segera menyambar segala hal yang ada di dekatnya dan melemparkan semuanya pada serigala itu.
“Min Ho! Kau tidak akan pernah bisa membunuh kami!”, kata Uee dengan nada bergetar karena ia sekarang tengah mengalami perubahan menjadi sosok vampire yang sebenarnya. Vampire dengan taring panjang, kuku-kuku panjang dan mata merah menyala. Belum lagi otot-otot Uee yang mendadak terlihat saat perubahannya.
“AarrrGGhhh…AaAuuuu..RRgghhhhh..”, suara Min Ho yang sekarang menjadi semakin brutal sambil menangkis semua barang yang datang ke arahnya. Walaupun sama sekali belum bersentuhan secara fisik dengan Min Ho, namun Uee tau seberapa besar kekuatan yang lawannya miliki. Saat ini, saat seperti ini! Di mana Lee Hong Ki? Aku tidak mungkin bisa! Bagaimana ini? Kakek! Apa dia akhirnya tau soal Kakek? Tapi darimana?-begitulah perputaran otak Uee yang di luar itu sedang meyerang Min Ho dengan banyak peralatan medis dan yang lainnya ke arah Min Ho. Uee berusaha agar tidak panik dan mengulur waktu agar Min Ho tidak mencapai kamar Kakek. Karena ia tau kalau Min Ho pasti mengincar batu yang ada dalam jantung Kakek.
“Kalau kau mendekat lagi, aku akan menyuntikkan cairan kimia berbahaya padamu! Kau akan mati dalam hitungan detik!”, ancamnya. Ancaman itu sebenarnya sama sekali tidak berpengaruh, karena cairan apapun yang ia suntikkan tidak akan berpengaruh. Sekalipun itu adalah cairan dengan kandungan racun super kuat. Min Ho yang saat ini ada di depannya adalah KING OF LYCAN. Makhluk yang hanya bisa dibunuh dengan cara menghancurkan jantungnya, atau paling tidak merobek otot jantungnya secara langsung. Sedangkan racun, cairan metabolisme dalam tubuhnya sudah dapat “hidup” sendiri dan melawan efek racun. Paling tidak, Uee berpikir jika ini bisa mengalihkan fokus Min Ho sejenak.

Tapi apa yang terjadi? Lycan itu tertawa! Uee dapat melihat punggung bongkok Lycan itu yang naik-turun tanda sedang menertawainya. Tangan Uee kini tengah mencakar-cakar tangan Min Ho yang tiga kali besar tangannya itu. Ya, Min Ho sudah berhasil mendekati Uee. Uee berhasil kabur! Dengan segera ia menutup ruang LAB dengan lemari tua Kakek yang berisi banyak hasil-hasil percobaan Kakek. Entah sampai kapan Uee bertahan seperti itu, ia terus berusaha menahan lemari dengan tubuhnya. Tapi, walau ditahan dengan begitu kuatnya, lama-lama tubuh beserta lemarinya sedikit demi sedikit tergeser maju juga karena dorongan Min Ho yang sangat kuat. Karena sudah kesal, Min Ho mendobrak lemarinya dan menghancurkan lemari itu menjadi beberapa bagian yang lebih kecil. Sementara itu, Uee menghindar, mata Uee langsung menyorot ke arah pintu ruang kerja Kakek. Ia tidak habis pikir kenapa Kakek sama sekali tidak menunjukkan reaksi apapun. Kakek bahkan tidak keluar saat Min Ho mendobrak pintu tadi. Walaupun sebenarnya Uee berharap Kakeknya itu sudah pergi dari ruangan. Itulah satu-satunya harapannya kini. Karena terlalu lama memandang pintu ruangan Kakek, ia tidak sempat menghindari tangan Min Ho yang bersiap mencekiknya. Min Ho yang berkali-kali lebih kuat darinya itu langsung mencekik dan mengankat Uee ke udara. Uee tidak diam! Ia menggigit jari Min Ho dan membenamkan kuku-kuku panjang dan tajamnya itu ke kulit sang raja lycan. Akhirnya Min Ho kesakitan juga. Ia lalu menghempaskan Uee dengan sangat keras ke langit-langit Lab membuat Uee jatuh kembali ke lantai dan pingsan. Benturan kuat itu bagi Uee melebihi benturan saat Yong Hwa menghempaskannya disekolah tadi. Min Ho tidak suka buang-buang waktu. Ia mendobrak pintu kamar Kakek, tapi tidak menemukan seorangpun. Min Ho tidak berhenti sampai di sana. Ia mencium bau Kakek dan ketemu! Ia menemukannya! Matanya jauh menerawang keluar jendela. Tepat ke arah sekolah.
“SCHOOL….Auuuuuuu…!”, dan Min Ho perlahan-lahan berubah. Rambut yang menyelimuti seluruh tubuhnya terlihat rontok dan kembali menjadi kulit yang bersih. Baru sekarang sosok manusia Min Ho terlihat. Seorang pria yang tergolong tinggi dengan wajah sangat tampan dan rupawan. Bisa dibilang tidak ada cacat sedikitpun yang terlihat. Saat ia akan pergi, ia mendengar suara seorang lelaki dari arah LAB. Itu adalah Yong Hwa. Sepertinya Min Ho tidak menyadari bahwa ada Yong Hwa juga di LAB itu. Min Ho sudah akan kembali untuk menghabisinya, tetapi ia mengurungkan niatnya dan lebih memilih pergi mengejar Kakek. Yong Hwa yang setengah sadar dan mengigau kini sudah duduk diranjangnya. Kepalanya terasa berat saat ia memaksakan untuk berjalan mencari sosok Uee. Dan betapa kagetnya ia saat melihat Uee yang tergeletak tidak sadarkan diri.

Begitulah kejadian yang terjadi saat Uee membawa Yong Hwa pulang sampai Hong Ki tiba di rumah. Bagaimana reaksi Hong Ki? Reaksi Hong Ki tentu sangat kaget saat ia yang dengan emosi jiwa sedang ingin mencari Kakek untuk menjelaskan segala sesuatu yang ingin ia tau, justru mendapati kondisi gudangnya hancur berantakan. Yong Hwa yang berusaha mengobati Uee lalu menjelaskan kalau ia juga tidak tau apa yang terjadi karena ia pingsan dan baru sadar setelah semua kerusakan terjadi. Hong Ki berpikir, berpikir, dan… Hong Ki menggunakan indera penciumannya. Penciumannya membimbingnya pergi ke arah ruang tamu di mana tadi sosok LYCAN Min Ho berdiri disana dengan liur yang menetes. Ujung jari telunjuknya menyentuh liur itu. Ia menciumnya dan mengingat bau itu dengan seksama. Ia lalu mengikuti arah dimana tadi Min Ho berjalan dan menyentuh semua barang yang disentuh Min Ho. Membuat Hong Ki dapat membayangkan kembali kejadian yang terjadi.
“Uri Uee bertarung dengan Lycan. Ia melempari Lycan dengan semua barang ini.”, gumamnya. Yong Hwa lalu menghampiri adiknya untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh adiknya itu.
“Hyung, Uee menghalangi Lycannya dengan lemari ini. Tapi lemarinya berhasil dihancurkan. Pasti Lycan yang kuat, kalau tidak, noona tidak mungkin menghindar.”, jelas Hong Ki pada Yong Hwa. Yong Hwa pun lalu menyimpulkan jika tadi Uee pasti sedang menghadapi kondisi yang tak terduga.
“Kenapa aku belum sadar saat Uee butuh?”, sesal Yong Hwa.

Jauh disekolah, Kakek Fang yang juga Ayahnya Shin Hye dan Hyun Joong saat ini sedang membawa sebuah batu yang diambil langsung dari jantungnya sendiri. Yah, Kakek lagi-lagi sudah memperkirakan rencana Min Ho. Untuk itulah ia melakukan pembedahan pada dirinya sendiri. Walaupun seharusnya Kakek bisa melakukan lompatan waktu, tetapi bahkan seorang Jumper juga punya peraturan karena keterbatasan mereka. Jumper hanya boleh melakukan lompatan tidak lebih dari 3 kali dalam sehari, dan masih banyak aturan-aturan lain seperti tidak boleh terlihat oleh dirinya sendiri di tempo yang lain atau tidak mengubah sejarah yang sudah terjadi (terkecuali yang masih akan). Jika hal itu dilanggar, maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Contohnya saja seperti kesalahan yang pernah dilakukan Kakek, ia melakukan 5 lompatan dan membuatnya menjadi tua di usia yang masih cukup muda. Hari ini pun Kakek sudah melakukan 3 kali lompatan. Ia melakukan lompatan pertama dan kedua untuk membedah jantungnya, lompatan ketiga untuk menembus dimensi dan menemui Shin Hye juga Hyun Joong. Jika diingat kembali, saat di ruang bawah tanah Hyun Joong terburu-buru pergi, saat itulah ia menemui Appanya. Rupanya Kakek melakukan telepati pada Hyun Joong.
“Sebarkanlah berita kalau Min Ho sekarang sudah menempati puncak revolusinya. Aku pergi!”, begitulah pesan Kakek pada Hyun Joong yang langsung menuruti perintah Appanya itu. Ia pergi menyebarkan berita pada yang lain. Kemudian Shin Hye, Shin Hye yang berjalan dilorong untuk kembali ke kelas saat itu jadi sangat kaget melihat Kakek Fang.
“Appa.. kenapa kau baru muncul setelah sekian lama?”, tuntut Shin Hye.
“Bukan, Appa tidak punya banyak waktu. Ini, batu ini hanya bisa hancur kalau ia sudah menjadi satu pasang lagi. Putriku, pecahan lainnya ada dalam jantungmu. Jadi kurasa kau pantas menentukan takdirmu sendiri sekarang, bukankah putriku sudah dewasa?”
“Bahkan aku lebih dewasa dari yang kau kira! Usiaku sendiri saja aku tidak tau berapa. Tapi bahkan aku seperti seorang gadis kecil yang tidak tau apa yang sedang terjadi.”, jawab Shin Hye sambil meletakkan batu yang diberikan Kakek kedalam saku bajunya. Baru saja Kakek akan membuka mulutnya lagi, mereka mendengar langkah kaki, langsung saja Kakek meluncur pergi meninggalkan Shin Hye. Walaupun begitu Kakek tidak lantas pergi melompat kembali ke masa yang ditinggalkannya tadi. Ia masih ingin di sana melihat putrinya untuk terakhir kalinya. Saat itu ia melihat batu dalam saku Shin Hye bereaksi dan membuat Yong Hwa hilang kendali. Karena itulah Kakek memutuskan untuk meninggalkan NOTE diruangan SKULL dan kembali ke waktu yang ditinggalkannya tadi. Begitulah kenapa SKULL bisa datang dan menolong Shin Hye.

Melompat kembali ke masa di mana Kakek Fang meninggalkannya tadi. Jantung Kakek berdegup dengan begitu kencangnya. Tinggal satu lompatan… kenapa bisa satu? Untuk lari dari rumah ke sekolah saja Kakek sudah mempercepat waktu. Kesempatan itupun akhirnya digunakannya untuk menemui Shin Hye lagi. Ia melompat jauh ke masa depan. Di Lorong yang sama, Kakek melihat putrinya yang tengah bertengkar hebat dengan Hong Ki. Lorong itu hanya menampung Hong Ki dan Shin Hye, lalu ditambah Kakek.
“Untuk apa kau ke sini! Kau yang membunuh Appaku! Kau! Kenapa harus kau! Tidak bisakah kau mengontrol diri?”, tuduh Shin Hye dengan teriakkan emosi. Tapi Hong Ki tedengar tidak mau mengalah.
“Aku tidak membunuhnya! Mana mungkin aku membunuh orang yang menghidupkanku lagi? Orang lain yang melakukan itu!”, bantah Hong Ki.
“Tapi kau di sana! Dan aku melihatmu dan tanganmu itu telah mencekik Appa!”, tuduh Shin Hye lagi.
“Bukan aku! Bukan!”, bantah Hong Ki. Saat itulah Kakek datang dan menengahi mereka. Membuat keduanya tercengang! Karena melihat orang mati yang hidup, Hong Ki buru-buru melihat ke arah mayat dikelasnya. Lucunya, Mayat itu masih ada. Sedangkan Shin Hye langsung memeluk Appanya sambil mengatakan jika ia senag Appanya masih hidup. Penasaran, Hong Ki yang ceplas-ceplos langsung bertanya apakah Kakek mengkloning dirinya?
“Aku tidak mengkloning diriku. Aku belum bisa melakukannya. Hong, takdirmu adalah menjaga putriku dan takdir yang harus kau tau adalah kau kelak akan menghadapi dirimu. ah…bicara tentang kloning..lebih baik aku mengatakannya saja. Maaf aku baru menjelaskan di saat seperti ini, tapi memang kau seharusnya tau sejak kemarin. Dulu, saudaraku menciptakan kloning dari dirimu yang lain. Sang Hybrid pertama. Dia masih hidup walau tidak banyak orang percaya. Hybrid itu hanya sedang tidur. Untuk itulah generasi penerusnya terus timbul. Beberapa dari mereka mewarisi sifatnya, tetapi ada juga yang terpengaruh dari sifat dilingkungan hidupnya. Hong! Setelah ini musuhmu adalah Min Ho. Min Ho adalah salah satu percobaan dari saudaraku, percobaan untuk menemukan keabadian. Dia lalu menciptakan sistem kekebalan yang diluar nalar. Sama sepertiku yang menciptakan batu abadi. Untuk itu terciptalah Hybrid dan sebelum adanya Hybrid, Min Ho lebih dulu menjadi bahannya. Lycan itu mendapatkan kekebalannya, sayangnya ia juga punya kelemahan. Tapi sampai saat ini, aku belum sempat mempelajari itu.”, ucap Kakek Fang yang masih memeluk Shin Hye tetapi kini mereka sudah ada di balkon karena bicara sambil berjalan, karena harusnya tidak boleh ada yang melihatnya di sana. Apalagi Kakek sedang ditemukan tewas.
“Kakek, kau pernah bilang hanya ada satu Hybrid. Tapi lalu bilang aku akan menghadapi diriku? Bukankah seharusnya, kalau Hybrid itu bangun, aku akan mati? Lalu, kenapa aku harus menghadapinya?”, tanya Hong Ki.
“Pertanyaan pertama sangat mudah, jawabannya adalah karena kau samadengan dia. Kau ditambah dia bukan dua, tapi tetap satu.”, jelas Kakek. Tetapi sepertinya itu belum tersalurkan dengan baik. Terlihat dari wajah bengong Hong Ki dan kernyitan alis Shin Hye yang ternyata juga ikut mendengarkan.
“Aduh..kalian ini menyusahkan saja! Begini, kau adalah bagian darinya. Kau sisi lain darinya, di mana kalian selalu satu. Misalnya seperti kiri dan kanan, dorong dan tarik, dan semacam itu! Itu karena kalian adalah kloningan.”, jawab Kakek kesal. Hong Ki sudah akan cuap-cuap tanya lagi tapi langsung dijawab Kakek tanpa tau pertanyaannya.
“Soal itu, apa kau kira kloning bisa terjadi secepat itu? Untuk mendapatkan kloning sempurna macam kau, harus menunggu bertahun-tahun. Kalau kau dan dia bersatu, maka kalian akan hidup abadi dan tak terkalahkan, itu sama halnya seperti Min Ho jika menggunakan batunya. Sesuatu yang menyeramkan. Hanya saja, hanya akan ada satu pemikiran dari yang asli dan hasil kloningan yang bisa memegang kendali. Jadi kau harus menguasai dirimu. Paham?”, Hong Ki manggut-manggut dan menagih jawaban kedua.
“Bertarung tentu untuk dirimu sendiri. Kau kira apa jadinya kalau ada dua orang yang berkekuatan besar sepertimu dan juga abadi, maka anakku akan jadi sia-sia bukan? Ah, jangan menyimpulkan bahwa kau yang sekarang tidak abadi. Keabadian yang kumaksud jika kalian bersatu adalah keabadian kekal. Sesuatu yang sulit dikalahkan. Hal mengerikan. Kalau sekarang tentu kau abadi, tapi kau harus tau, kau masih bisa mati saat seseorang menusuk jantungmu.”, jawab Kakek.
“Appa, jadi dia bukan Jung Min? Lalu di mana Jung Min?”, tanya Shin Hye dengan polosnya.
“Aku tau, kakakmu membuatmu tertidur panjang sehingga kau melewatkan banyak hal bukan? Jung Min bukan Hong Ki, tapi memang pada dasarnya mereka sama. Tapi Hong Ki ya Hong Ki. Jung Min, tidak ada seorang pun tau di mana dia tidur. Puluhan tahun Hyun Joong mencari tau soal ini, melindungimu darinya…..”, penjelasan itu terpotong oleh Shin Hye.
“Benarkan? Kalian masih menganggap Jung Min jahat! Appa, Jung Min tidak begitu!”, kata Shin Hye dengan nada tinggi.
“Appa tau…tapi…”, tapi Shin Hye tidak mau mendengar penjelasan Appanya tentang Jung Min. Jung Min adalah nama dari hybrid pertama yang dikloning dan berwajah sangat mirip dengan Hong Ki dan dia sangat dekat dengan Shin Hye. Gadis itupun pergi meninggalkan Appanya dan Hong Ki.
“Hey! Apa yang kau lihat?”, tanya Kakek saat ia melihat Hong Ki yang terpaku pada sosok Shin Hye yang pergi menjauh.
“Jangan kembali ke masa lalu yah Kek! Tinggallah… Dia pasti membutuhkanmu nanti.”, kata Hong Ki yang sebenarnya sedang memikirkan bahwa arti kata “Apakah ini benar kau” dari Shin Hye saat ia mengantarkan Shin Hye pulang itu bukan untuknya tapi Jung Min. Tapi saat ia menoleh ke arah Kakek, Kakek menghilang entah ke mana.Secarik kertas yang tertindih batu pun menjadi alat Kakek untuk pamit.
“Heh..Jaga putriku dan ingat pesanku. Satu lagi, bertarunglah sebagai darah Murni…Jangan gunakan darah campuran! Itu akan membantumu kelak.”, begitulah isinya.
“Benar-benar orang tua itu… Apa bedanya dia dan Hyun Joong? Pantas, ternyata Ayah dan anak sama saja. Meninggalkanku dengan kertas macam ini. Tapi apa maksudnya bertarung dengan darah murni? Orang tua itu suka sekali membuatku bingung! Mau matisaja masih memberi teka-teki. Huh!”, keluh Hong Ki saat dengan tiba-tiba ia mendengar suara jeritan Shin Hye….

Kakek kembali lagi ke masa yang ditinggalkannya tadi. Ia kembali berada di lorong tempat yang ia tinggalkan tadi. Dan di sana, Kakek melihat Min Ho lebih dulu sebelum Min Ho melihat Kakek. Kakek pun melangkahkan kakinya mundur dengan sangat hati hati. Tetapi tempat itu penuh dengan pecahan kaca dan tembok. Jika diingat lagi, lorong itu adalah lorong yang sama dengan lorong tempat pertarungan antara SKULL-Yong Hwa dan Hong Ki. Min Ho yang saat itu membelakangi Kakek sama sekali belum menyadari kehadiran Kakek. Kakek sendiri lalu tidak sengaja menginjak serpihan kaca dan kakinya mengeluarkan darah. Walaupun Kakek tidak berteriak, tapi darah itu saja sudah cukup mewakili untuk memanggil Min Ho. Min Ho langsung menoleh dan saat ia tau itu Kakek, matanya pun menunjukkan rasa lapar luar biasa. Lari sekencang-kencangnya, tapi seberapa cepat seorang kakek-kakek bisa berlari? Kelas yang terbuka menjadi tempat Kakek bersembunyi. Kakek menutup pintunya, ia tau ini akhirnya. Min Ho yang tau kalau mangsanya tidak akan berlari jauh apalagi dengan kaki terluka, memudahkannya unutk menemukan lokasi Kakek. Dengan mudah Min Ho menerobos masuk dalam kelas dan langsung menngangkat tubuh Kakek ke udara.
“Apa yang kau inginkan? Jantungku? Jadi kau sudah tau soal Jantungku?”, tanya Kakek dengan kaki menari-nari di udara. Kemudian Min Ho memojokkan Kakek tua itu ditembok kelas. Min Ho tersenyum dengan wajah tampannya yang kemudian disusul dengan perubahan dirinya menjadi Lycan.
“Rrrggghhyaaaaa”, maksudnya kata iya dari Min Ho, hanya saja ia mengucapkan itu saat ia menjadi lycan. Habislah sudah Kakek. Min Ho menancapkan cakarnya pada dada Kakek dan menghancurkan tulang-tulang tua Kakek dan mencabut jantung Kakek dari tempatnya. Dengan kejam lalu Min Ho menggantung Kakek di tempat yang biasa digunakan menggantung penggaris besar. Ia lalu memakan jantung Kakek, tapi ia tidak merasakan ada benda padat dalam jantung itu. Barulah ia tau kalau ia dibodohi oleh Kakek. Seandainya, seandainya Kakek menggunakan kesempatannya melmpati waktu untuk lari, mungkin dia masih hidup. Tapi Kakek kembali berpikir, jika nantinya bukan hanya Min Ho yang mengejarnya. Sedangkan ia tidak mungkin membiarkan orang-orang terdekatnya harus menghadapi oraang semacam Min Ho setiap harinya.

Masa di mana Kakek tiba di sekolah sampai Kakek mati adalah masa disaat Hong Ki mengantar Shin Hye pulang sampai Hong Ki sampai di rumah. Yang terjadi di luar tidak kalah seru. Di rumah Hyun Joong dan Shin Hye sendiri, langsung terjadi kehebohan setelah Hyun Joong menerima kabar bahwa ada pembunuhan di sekolah dan pembunuhan itu dilakukan Lycan. Logikanya, sekolah adalah wilayah vampire, bagaimana bisa Lycan membunuh di sana? Maka ia pun berangkat ke sekolah dan mengunci Shin Hye di kamarnya. Sementara Hong Ki sendiri sudah berlari ke sekolah. Hyun Joong dan Hong Ki tiba secara bersamaan. Mereka pun langsung menuju ke tempat kejadian. Bau kental darah yang tercium membimbing mereka ke tempat Kakek. Mereka masuk ke kelas dan menemukan Kakek mati tergantung dengan lubang besar didadanya. Kaki Hyun Joong seketika serasa lemas. Ia menangis dan tidak mau mendekati tubuh Appanya. Bayangkan, ia harus melihat Appanya sendiri terbunuh dengan semengenaskan ini. Dari tubuhnya itu, menetes banyak darah yang membanjiri lantai kelas. Membuat kelas menjadi begitu merah. Hong Ki yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya benar-benar tidak bisa mengatakan apapun. DING…DONG…DING…DONG… Jam tua sekolah yang berada di atas bangunan berbunyi, seakan mengantar kepergian Kakek yang puas karena telah melihat putranya datang. Tepat di saat yang sama, bersamaan dengan suara lonceng, Hyun Joong meraung dan berubah jadi Lycan. Hyun Joong terlihat marah dengan mata sangat merah.
“Ia masih di sini…..AAuuuuu”, raungan pilu dan menyayat hati menggema ke udara dan Hyun Joong pergi meninggalkan Hong Ki juga tubuh Kakek dalam kelas.
Di tempat lain, Shin Hye menemukan cara untuk keluar dari kamarnya. Ia berlari keluar untuk mencari tau ada apa. Saat keluar rumah, ia bertemu dengan Uee dan Yong Hwa lagi. Uee terlihat sudah sehat. Uee menghampiri Shin Hye sementara itu Yong Hwa memilih pergi ke sekolah lebih dulu, karena tidak mau kejadian kemarin di sekolah terulang lagi.
“Aku ingin ikut Uee!”, pinta Shin Hye pada Uee. Seharusnya Uee tidak mengijinkannya, terlebih Shin Hye sebelumnya bercerita jika Hyun Joong menguncinya dikamar. Bukankah ini berarti disekolah sedang dalam kondisi berbahaya? Tapi karena permintaan Shin Hye dan lagipula Hong Ki juga ada di sekolah, maka Uee setuju untuk membawa Shin Hye bersamanya. Di sekolah sendiri, Yong Hwa belum masuk kelas ketika pertarungan sengit antara SKULL dan Min Ho terjadi. Yah, SKULL memergoki Min Ho saat Min Ho mencoba lari setelah membunuh Kakek. Tentu saja, Min Ho juga sadar jika ia tengah berada dikandang vampire. Yong Hwa yang baru datang pun memutuskan ikut bertarung melawan Min Ho. Tapi saat Yong Hwa yang sudah melompat untuk menyerang Hyun Joong dengan pukulannya, Yong Hwa justru melambat dan menoleh ke arah ke arah sampingnya. Seekor Lycan dengan sangat cepat menghantam Min Ho. Bunyinya terdengar seperti peluru meriam saat keduanya bertubrukan. Sementara itu, Shin Hye dan Uee yang baru tiba memutuskan untuk masuk dalam sekolah dan menghindari pertarungan.
“Mereka beruntung karena sekolah sudah berakhir.”, ungkap Uee yang melihat dan mendengar pertempuran keras itu. Karena tidak baik terlalu dekat dengan arena pertempuran yang terjadi di halaman sekolah itu, maka Uee pun menggiring Shin Hye masuk. Saat itulah Uee mencium bau darah, maka dengan cepat mereka menuju ruangan tempat darah berasal. Di sana, mereka menemukan Kakek yang dalam kondisi mengenaskan sedang berusaha diturunkan Hong Ki dari tembok. Setidaknya, itulah hal yang sebenarnya. Tetapi Shin Hye justru mengira bahwa Hong Ki lah pembunuh Kakek. Shin Hye yang shock berlari keluar. Hong Ki yang sudah akan menyusul ditahan oleh Uee yang sekarang juga sudah menangis..
“Apakah ini perbuatan Min Ho?”, tanya Uee pada Hong Ki.
“Aku tidak tau siapa nama pembunuhnya, yang jelas itu bukan aku sekalipun aku lycan juga, tapi yang membunuhnya adalah lycan asli.”, jawab Hong Ki yang lalu berlari menyusul Shin Hye. Dan drama kejadian di mana Shin Hye dan Hong Ki bertengkar dilorong sampai mereka bertemu dengan Kakek yang masih hidup terjadi. Langsung saja ke waktu di saat Kakek menghilang dan meninggalkan catatan kecilnya, Hong Ki mendengar teriakkan Shin Hye. Rupanya saat itu Min Ho tidak berhasil ditangkap dan entah berada di mana. SKULL dan Hyun Joong yang belum kalah mencari lokasi Min Ho. Sementara itu, Hong Ki yang menemukan Shin hye langsung dipeluk oleh Shin Hye. Gadis itu membenamkan wajahnya dipelukan Hong Ki. Hong Ki pun cukup kaget dengan yang dilihatnya. Sebelas petugas kebersihan dan satu penjaga sekolah mati dan berceceran penuh darah di lantai. SKULL dan Hyun Joong yang juga ikut mendengar teriakkan Shin Hye juga datang.
“Dia pasti lapar! Ayo! Kita cari!”, kata Seung Hyun dengan penuh semangat. Hyun Joong yang mengetahui kehadiran adiknya, akhirnya menyuruh Hong Ki membawa Shin Hye ke atap. Hyun Joong pikir Min Ho pasti lari ke bawah karena jejaknya mengarah ke lorong yang berakhir ke suatu tangga dimana darah itu menunjukkan sang pemilik telah menuruni tangga. Maka Hong Ki dan Shin Hye bergegas ke atap. Atap adalah tempat di mana penjaga sekolah biasa berada. Hong Ki lalu menahan pintu dengan lemari yang ada. Sementara itu Shin Hye hanya diam. Shin Hye yang diam kemudian mendekat ke arah jendela. Ia bisa melihat bekas pertempuran di halaman tadi. Hong Ki merasa kalau Shin Hye masih marah padanya, ia sendiri tidak berani bicara pada Shin Hye.
“Sekarang aku yang harus minta maaf.”, kata Shin Hye membuka pembicaraan. Membuat Hong Ki lega karena ternyata gadis itu tidak marah.
“Aku akan merepotkanmu nanti. Karena aku, nanti kau harus bersedia bertarung dengan monster seperti tadi. Monster yang membunuh Appa.”, lanjutnya dengan menitikkan air mata. Suasana atap yang terdiri dari material kayu yang sudah tua termakan usia seakan menjadi sesuatu yang mengingatkan Hong Ki pada satu hal. Hal yang dilaluinya bersama dengan Shin Hye yang entah apa. Tapi ia memilih diam soal apa yang dirasakannya ini.
“Kau tidak perlu menjawab apapun Hong Ki.”, dan Shin Hye menoleh ke arahnya. Gadis itu bangkit dari duduknya, mendekati Hong Ki yang duduk di atas meja. Shin Hye lalu menggeser kursi sekarang agak lebih tinggi dari Hong Ki. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Hong Ki dan ia mendaratkan satu kecupan manis dibibir Hong Ki. Hong Ki seperti membatu menerima kecupan itu. Setelah Shin Hye melepaskan kecupannya, ia memandang dan berbicara dengan Hong Ki tepat di depan wajahnya. Saling berhadap-hadapan dan hanya lima senti saja.
“Kau memang bukan Jung Min, tapi entah mengapa, aku merasa kau Jung Min. Jangan bicara!”, perintah Shin Hye saat Hong Ki membuka mulutnya. Ia lalu melanjutkan.
“Jung Min yang kukenal bukanlah Jung Min monster, tapi itu kau! Tapi mulai sekarang aku akan memanggilmu Hong Ki bukan Jung Min. Karena aku merasa kalau orang yang kutemui dulu bukanlah Sung Jung Min. Entahlah, itu hanya nama. Tapi jika kau bisa mengingatnya lagi, maka aku yakin jika kau sebenarnya adalah sisi Jung Min yang dulu bersamaku.”, lalu Shin Hye turun dari kursi dan duduk.
“Sejujurnya, aku sudah pernah bertemu dengan Jung Min sebelumnya. Sebelum ia menghilang. Saat itu Jung Min seperti tidak mengenaliku dan sangat liar. Itu seperti aku sedang melihat orang lain. Tapi saat melihatmu, kau begitu sama dengan Jung Min yang kukenal dulu. Caramu bicara dan menatapku, itu sudah cukup kuat bagiku untuk yakin jika kau adalah orang yang kutemui dulu. Lucu ya? Jadi sebenarnya orang yang kutemui dulu mungkin saja bukan Sung Jung Min, tapi Lee Hong Ki. Kalau tidak kenapa kau datang lagi? Dulu Jung Min pernah mengatakan kalau ia akan menjagaku seumur hidupku.. Tapi ia lalu menghilang dan saat aku menemukannya.. Ia bahkan bukan dirinya.”, ucapnya sambil tersenyum. Shin Hye kini melangkah kembali ke arah jendela tempatnya tadi melihat keluar.
“Aku merasa sangat aman bersamamu.. Aku percaya kalau kau tidak akan meninggalkanku kan?”, ucap Shin Hye sambil tersenyum.
“Hong Ki, hanya satu hal yang ingin kupastikan, mendekatlah.”, pinta Shin Hye. Hong Ki pun menuruti keinginan yeoja itu yang kemudian memeluknya dengan erat. Dalam pelukan Hong Ki, Shin Hye mengatakan hal yang ingin dia ketahui.
“Siapakah yang dikloning? Sung Jung Min, atau kau? Aku sangat ingin kaulah orang yang dikloningkan. Apakah kau tidak mengingat apapun tentangku?”, dan Shin Hye melepaskan pelukannya.
“Sudahlah, lagipula aku juga sudah lelah dengan hari ini.”, lalu Shin Hye bersandar ke jendela dan memejamkan matanya. Setelah memastikan Shin Hye tertidur, Hong Ki kembali duduk di atas meja. Ia kembali memikirkan kata-kata Shin Hye. Jika benar Hong Ki adalah hybrid asli yang kemudian dikloningkan, berarti Jung Min adalah kloning dirinya. Orang yang menghilang dan tertidur di suatu tempat di mana saja itu. Tapi bukankah Hong Ki lahir di tahun 90? Mana mungkin? Ia bahkan sempat jadi manusia? Tapi di sisi lain, Hong Ki ingat kalau sesekali ia bahkan mengingat potongan memori bersama Shin Hye. Hong Ki jadi sedikit pusing. Ia terlihat berpikir sembari mengawasi Shin Hye yang tertidur. Untuk saat ini, kesimpulan yang paling masuk akal yang ada dalam pikirannya adalah bahwa ia bukan Jung Min. Sekalipun ia melihat memori itu, mungkin karena kembarannya/kloningannya pernah dan sedang memimpikan hal itu dalam tidurnya di manapun Jung Min saat itu. Jika menyimpulkan demikan, maka mendadak hatinya terasa sakit, ia merasa kalau ciuman Shin Hye tadi untuk Jung Min. Tapi-tapi bukankah Shin Hye mengatakan kalau ia tidak menyukai Jung Min dan merasa jika yang ditemuinya dulu adalah Hong Ki? Perasaan Hong Ki pun mendadak berubah senang dan sedikit lega. Ia kembali mengingat perkataan Shin Hye bahwa ia tidak akan meninggalkan Shin Hye, itu seperti Shin Hye sangat mempercayainya. Maka mulai saat ini, ia akan melindungi Shin Hye. Seperti hal yang juga menjadi pesan Kakek untuk menjaga Shin hye.
“Kalau begitu nanti aku akan bergabung dengan SKULL. Karena hanya dengan cara itulah aku bisa memperoleh bantuan untuk mencari Sung Jung Min. SKULL pasti tau di mana mereka harus mencari Jung Min. Dan aku akan menyelesaikan sisanya setelah mereka menemukan Jung Min.”, gumam Hong Ki. Sementara itu, Min Ho masih dicari oleh semua orang yang ada. Mereka memutari bagian dalam sekolah. Hyun Joong, Yong Hwa dan keempat SKULL belum berhasil menemukan Min Ho. Di atap, Hong Ki masih mengawasi Shin Hye yang tertidur di dekat jendela. Membuat Hong Ki sadar akan sesuatu yang disukainya dari gadis ini. Dia benar-benar seperti malaikat, batin Hong Ki. Tetapi semua itu musnah saat Hong Ki melihat dua mata kuning besar tepat berada di luar jendela dimana Shin Hye bersandar. Sesuatu itu kemudian merayap dan menampakkan wajahnya…Kejutan!!! Itu adalah seekor Lycan! Terlihat air liurnya menetes tidak beraturan. Yang sekarang dicari di dalam sekolah, justru tengah menggantung dan merayap di atap di luar sekolah. Yah, Min Ho…lycan yang mengincar batu abadi justru saat ini sedang berada tepat dibelakang Park Shin Hye, orang yang memiliki batu abadi. Juga merupakan orang yang paling disayangi Hong Ki, orang yang baru saja menciumnya dan ia sudah berjanji untuk melindunginya…. Sedangkan di luar, mata kuning itu sudah siap menyerang dengan jarak sedekat itu.. Ini terlihat seperti serigala yang akan memangsa kelinci buta yang sedang tersudut dan tidak tau kemana…
BERSAMBUNG…………………………………………………………………..

Advertisements

4 thoughts on “[On Going FF] Vampire on School Part 5 : “The End of Fang”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s