[On Going FF] Coincidence – Chapter 3 : She’s Mine!

Coincidence : Part 3 ” She’s Mine!”
Rate : Teen
Cast: Park Shin Hye, Lee Hongki & Choi Jonghun, & FT Island.
Author : TanMayang

*1*

                Allen pagi-pagi sekali sudah mengejutkannya yang sedang tidur, mulai dari sarapan pagi yang sudah memenuhi meja makan dan senyum yang terus bertengger diwajah manis yeojah itu. Ia sedikit aneh melihat sikap sahabatnya ini, jarang sekali yeojah itu mau bangun pagi dan memasak sarapan untuknya.

        “ini, aku bangun pagi-pagi sekali untuk memasak ini. Aku mencari tentangmu di Internet dan disana bilang kalau kau sangat suka makan pisang, jadi aku buatkan untukmu roti panggang pisang ini, semoga kau suka” cerocos yeojah itu.

        “kau kesambet ya?”

        “whae?” tanya Allen bingung.

        “ah anio, aku Cuma merasa banyak yang aneh dan berbeda dengan dirimu, aku seperti baru mengenal Ssinz yang baru” jawabnya tanpa ragu.

        Allen menunduk sejenak, ia merasa tidak tega untuk terus membohongi namjah ini bahwa ingatannya sudah kembali dan terus berpura-pura menjadi diri Shin Hye. Tapi perasaannya pada Hongki  membuatnya terus melanjutkan kebohongannya ini, ia belum sanggup mengatakan kalau dirinya bukanlah Shin Hye sahabatnya Hongki tapi ia adalah Allen Park. Ia tidak bisa membayangkan kalau ia berkata jujur ia akan kehilangan namjah yang disukainya ini, ia tidak mau hal itu sampai terjadi.

        “ah miane Ssinz-ah… jangan kau pikirkan ucapan bodohku tadi” Hongki jadi merasa tidak enak melihat yeojah itu. Ia langsung menyesap susu hangat disamping piringnya, “ehm…ini enak sekali, ehm susu pisang” Hongki mengerjapkan mata berkali-kali, ia merasakan seperti sekujur tubuhnya menghangat saat susu tersebut masuk kemulutnya dan mengalir di kerongkongannya.

        “kau suka?”

        “ini enak sekali” puji Hongki sambil tertawa dan cairan berwarna putih itu menempel diatas bibir atasnya, membuatnya tambah menggemaskan.

        Dengan tanpa bisa menahan geli nya, Allen mengambil selembar tissue dan membersihkan sisa susu tersebut. “baguslah kalau kau suka, aku akan selalu membuatkan ini untukmu. Spesial  untukmu” ucapnya.

        Pernyataan barusan terdengar sangat mengejutkan dan terlalu berani bagi Hongki. Ia mengambil tissue tersebut dan memilih membersihkan sendiri. “Ssinz apa kau sudah menyelesaikan lagu nya?” tanya nya sekaligus mengalihkan tampang gugup nya.

        “he eh” jawabnya sambil mengangguk tersenyum. “makanya cepat habiskan sarapan nya aku akan menunjukannya padamu”

        Selesai sarapan mereka berdua langsung melesat menuju kamar Shin Hye. Allen mengambil Ipod dan menyambungkannya ke headphone.

        Hongki benar-benar takjub mendengar hasil karya Shin Hye. Ia benar-benar tidak menyangka sahabatnya itu mampu menulis lirik seindah itu. Ia melepas headphone nya dan tersenyum memandang sahabatnya itu yang sedari tadi menunggu reaksi darinya. “daebak!” ungkapnya sembari mengacungkan jempolnya.

        “chinca?” Allen mulai histeris.

        “ne”

        Allen dengan tanpa ragu berdiri dan berjingkrak-jingkrak kesenangan. “wah sudah kuduga, kau tahu aku menciptakannya hanya dalam tiga puluh menit” takjubnya.

        Hongki hanya manggut-manggut sambil tertawa ikut senang melihat temannya itu. “tunggu dulu, liriknya sangat dalam sekali, ngomong-ngomong siapa yang kau ceritakan dilagu ini?” tanya Hongki penasaran.

        “ehm nugu?”  Allen mengulang pertanyaan tersebut sambil tersenyum menunduk, “ada lah, aku belum bisa menceritakannya sekarang Hongki, suatu saat kau pasti tahu siapa dibalik lagu tersebut”  jawab Allen malu-malu.

        Hongki hanya mengangkat bahu, lalu  beranjak dari duduknya sambil mengambil jaketnya yang terkapar di karpet berserta kunci mobilnya.

        Allen menatap bingung pada Hongki, “kau mau kemana?”

        “eh, aku harus latihan bersama band ku, oh ya aku pergi dulu ya. ehm..kau juga tidak perlu menungguku untuk makan malam, araso?” tegas Hongki sambil tersenyum manis.

        “tunggu dulu, kau Cuma mau pergi latihan kan? kau tidak akan bertemu orang lain bukan? kau tidak akan lama bukan?” Allen bertanya banyak, entah kenapa rentetan pertanyaan bodoh itu bisa meluncur dari mulutnya. Ia merasa tidak mau jauh-jauh dari namjah itu.

        Hongki mendelik terkejut mendengar pertanyaan aneh itu, jantungnya kembali berdegub kencang. Ia menelan ludah agar tetap merasa tenang, “ne, aku Cuma latihan dan tidak bertemu orang lain selain bandku dan aku akan pulang secepatnya” tegasnya lagi. Ia mengangkat sebelah tangannya dan lalu buru-buru meninggalkan kamar Shin Hye.

Sepanjang perjalanan pikirannya terus mengiangi pertanyaan itu.  “mwo ya Hongki!! Dia itu hanya sahabat! Sahabat! Dan Jangan kau anggap berlebihan” ucapnya pada dirinya sendiri.

*2*

Tanpa terasa ini sudah memasuki minggu kedua Shin Hye berkerja di perusahaan rekaman ini. Ia sungguh merasa nyaman dengan pekerjaannya yang sekarang yang tidak terlalu menyita waktu dan tenaganya.

        Shin Hye melirik map berwarna coklat yang tergeletak dimeja, ia penasaran apa isi map tersebut, “ahjussi,  apa ini?” tanya nya.

        “ah itu, itu adalah lis nama-nama pendatang baru yang dikontrak oleh label kita dan akan segera rekaman” jawab Minho ahjussi.

        Ia membuka map tersebut dan membacanya mulai dari urutan paling atas, jari nya terhenti pada baris ke-sepeluh, disitu tertulis namanya dan nama Hongki yang akan mulai rekaman pada awal Februari nanti. “ada apa ini? Apa maksudnya ini?” beribu pertanyaan langsung berkelibat dikepalanya dan membuat suhu tubuhnya mendingin.

        Dengan cepat ia menutup map itu kembali dan akan langsung menanyakan hal tersebut pada Grey. Ia keluar dari studio dan langsung melesat menuju lantai paling atas dimana ruangan Grey berada.

        Akhirnya ia tiba dilantai paling atas, dengan langkah panjang ia berjalan masuk kedalam ruangan Grey tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

        Raut terkejut jelas terlihat dari wajah Grey yang sedang asyik bermain dengan Ipad nya. “hey what’s happened? Why don’t you knock the door first?! U scared me!” protes Grey yang tanpa sadar berdiri dari kursinya dan  merocos dengan bahasa Inggris.

        Shin Hye tidak menghiraukan ocehan Grey barusan dan malah langsung duduk dikursi yang berhadapan langsung dengan namjah itu. Ia sama sekali tidak menutupi perasaan cemasnya saat ini.

        “Hya kau kenapa?” tanya Grey lagi dan kembali duduk menghadap Shin Hye.

        Tanpa menunggu lama, Shin Hye membuka isi map tersebut dan menunjukan lis nama itu. “kenapa nama ini bisa ada disini?” tanya nya langsung.

        Grey mengambil map tersebut dan mendongak menatap Shin Hye yang masih ngos-ngosan mengatur nafas. “pihak manajemen Park Shin Hye kemarin menguhubungiku, ia bilang lagu untuk debut nya  sudah selesai dan siap dibawa ke dapur rekaman”  jawab Grey datar. “kenapa? Apa kau mengenal orang bernama Park Shin Hye ini? Apa dia punya masalah denganmu? Tanya Grey penasaran.

        Shin Hye langsung tertegun mendengar pertanyaan itu, ia bingung apakah ia harus jujur kalau Park Shin Hye itu adalah dirinya. Ia bodoh sekali karena sejak awal ia belum pernah menyebutkan nama lengkapnya, dan namjah ini juga terlihat baik-baik saja dengan hal itu. ia memejamkan matanya sambil membasahi bibirnya, “Park Shin Hye itu adalah aku” jawabnya sambil mendesah berat

“jadi maksudnya?” , “Kau ini adalah Park Shin Hye, berarti kau yang akan mulai rekaman awal Februari nanti? Aku jadi bingung” Grey  bersandar di kursi nya.

“aku belum menkonfirmasikan kapan akan mulai rekamannya, lagu nya saja belum kubuat” ucapnya kesal.

        Grey melepas kacamata nya dan menghela nafas panjang.

        “siapa yang akan berduet dengan Hongki?” batinnya. Kemudian ia terpikir untuk menghubungi sahabatnya itu karena kebetulan mereka berada disatu manajemen yang sama. Ia meraba saku blazer nya dan naasnya ponselnya tertinggal di studio. “oh dear!” ia mendesah panjang. Ia mendongak kearah Grey, “ini pasti ada kesalahan, Grey bisa tolong kau hubungi nomor nya Lee Hongki, ponselku tertinggal dibawah” pinta nya.

        Namjah itu hanya merespon terkejut, “untuk apa?” tanya nya.

        “aku ingin bertanya mengenai hal ini, pasti ada yang tidak beres. Ppaliyo…” rengek Shin Hye yang makin cemas dengan situasi tersebut.

        Dengan pandangan enggan Grey meraih ponselnya dan langsung menghubungi nomor tersebut, ternyata telponnya cepat disambut, “ah yeoboseo Lee Hongki-shi, aku Grey Choi direktur M2U Record, ya maaf mengganggumu Lee Hongki-shi, apa kau punya waktu sore ini?, ah ne… kita bertemu di kafe sebelah kantorku saja, baiklah terima kasih” Grey menutup ponselnya, ia menatap ekspresi berlebihan Shin Hye.

 “kwenchana, semua akan baik-baik saja dan mungkin ini Cuma ada sedikit kekeliruan” ucapnya mencoba menenangi yeojah yang tampak sangat frustasi itu. Ia menangkup tangan yeojah itu dan menggenggamnya erat.

Shin Hye terkesiap saat tangannya berada digenggaman tangan Grey  yang besar dan hangat itu, ia tidak berani mendongak melihat mata yang sedang menatap lurus padanya itu. ia menarik perlahan tangannya dan beranjak dari tempat duduknya, “gumawoyo Grey-shi… maaf jadi merepotkanmu” ucapnya sambil membungkuk beberapa kali lalu dengan cepat berlalu dari ruang tersebut dengan membawa map itu lagi.

“kenapa dia terlihat gugup sekali? Jangan-jangan dia punya perasaan padaku” batin Grey sambil tersenyum mengangkat bahu tidak peduli. Ia bersandar pada kursinya dan memejamkan mata sejenak, sudah dua minggu ini ia tidak memikirkan Allen, wajah yeojah itu memang terus melayang-layang di kepalanya tapi senyumam manis itu bukan milik Allen, melainkan senyum Ssinz, yeojah yang mampu membuatnya lupa akan Allen.

Shin Hye meringis kesal sendiri didalam elevator, ia mengutuk perlakuan Grey barusan yang membuatnya menjadi tidak tenang.

*3*

“sampai disini saja ya latihannya” pinta Hongki sambil melirik kearah jam dinding. Ia hampir lupa kalau ia ada janji dengan direktur M2U.

Dentingan gitar tiba-tiba berhenti, Seunghyun menatap bingung pada Hongki. “whae hyeong?”

“ah mianhae, aku ada janji bertemu dengan pimpinan M2U Record, kalian tidak apa-apa kan kalau aku pergi” jawab nya dengan wajah menyesal.

“terserah kau saja” desah Seunghyun sambil memangku gitar nya.

Tanpa menunggu lama ia langsung keluar dari ruang latihan dan segera menuju mobil nya. ia berpikir-pikir, tumben sekali orang itu mengajak bertemu dengannya, selama ini yang berurusan dengan hal tersebut adalah manajernya. “ini pasti ada hubungannya dengan Shin Hye” desahnya.

Ia tiba ditempat yang mereka janjikan. Dari kaca diatas kepalanya ia melihat jaket kulit hitam miliknya, mengundangnya untuk dipakai. Cuaca diluar juga sangat dingin dan sekarang ia hanya memakai setelan kaus hitam dan celana hitam panjang dengan robek-robekan disepanjangnya. Setelah selesai berpakaian, ia pun keluar dari mobil dan berlari kecil menuju pintu kafe itu, dengan satu dorongan ia pun masuk keruangan kafe yang hangat tersebut. Hidungnya langsung disuguhkan oleh aroma kopi dan manisnya gula.

Pandangannya menyapu keseluruh meja, mencari nomor meja 18. Akhirnya ia menemukan meja tersebut, dari kejauhan ia bisa melihat sosok Grey Choi, namjah itu tidak sendirian melainkan dengan seorang gadis dengan rambut ikal se-leher dengan warna coklat kemerahan. Ia melangkah mendekati meja tersebut.

“annyeonghaseo, mian aku agak telat sampai kemari”  sapanya kepada kedua orang yang sedang asyik bercanda itu.

“Hongkia…” sapa yeojah itu histeris, kemudian berdiri dari kursinya dan memeluk Hongki yang masih bingung setengah mati dengan situasi ini.

*4*

Shin Hye melepaskan pelukannya dari sahabat yang sangat dirindukannya itu. Ia menangkap ekspresi bingung dari wajah imut namjah itu. “ kau kenapa Hongstar? Kenapa kau tampak tidak senang bertemu denganku lagi? “ tanyanya tidak enak.

“ kau… kenapa kau bisa ada disini, ingatanmu belum pulih betul! Kau bisa tersesat kalau jalan-jalan sendirian seperti ini “ oceh namjah itu.

Shin Hye mengangkat sebelah alisnya dan menatap penuh tanya pada Grey. Grey dengan cepat mengambil alih suasana saat melihat kedua orang tersebut tampak saling kebingungan, “ Hongki-sii bisakah kau duduk dulu “ pintanya.

Hongki mengambil posisi duduk yang berhadapan dengan Shin Hye, “ hya kenapa cepat sekali kau ubah model rambutmu? Kau ini kalau mau keluar rumah harus menghubungiku dulu! “ protesnya.

 “ Hongki kita sudah lama tidak bertemu tapi saat kita bertemu, kau malah marah-marah tidak jelas seperti itu padaku ! kau ini aneh sekali! “ Jawab Shin Hye kesal. “ ehm..satu lagi, kenapa jadwal rekaman kita bisa dimajukan menjadi awal Februari? “ tanyanya.

“ apa maksudmu kita sudah lama tidak bertemu, bukankah kita setiap hari bertemu yeojah babo , dan soal jadwal tersebut bukannya kau sudah menyelesaikan lagunya jadi mau tunggu apa  lagi, hah? “ jawabnya yang mulai terbawa emosi.

“mwo? Aku sama sekali belum menulis satu baris lirik pun, dan juga kau bilang kita bertemu setiap hari? “

“ne” jawab Hongki singkat. “ baru pagi tadi kau menunjukan padaku hasil karyamu, mana mungkin kau cepat sekali lupa, berarti kau itu pikun bukannya amnesia! “ ketus Hongki.

Kebingungan kini menghampiri Shin Hye, ia selama ini tidak bersama Hongki tapi sahabatnya itu mengatakan bertemu dengannya setiap hari dan lagu untuk duet mereka pun sudah dibuat.

Grey berdeham, “ Hongki-sii, selama ini Shin Hye bekerja denganku dan ia bilang sudah lama tidak bertemu denganmu, ia juga terkejut saat melihat namanya dan namamu berada di daftar lis penyanyi yang akan rekaman awal bulan nanti “ jelas Grey.

” heh? ” Kepala Hongki tiba-tiba terasa nyeri mendengar pernyataan Grey barusan, ia tidak mungki berhalusinasi selama ini, “ jadi yang sedang dirumahku sekarang itu siapa ? “ tanyanya tidak sabar.

Shin Hye menautkan alisnya “ apa maksudmu ? dirumahmu sekarang..” ia menghentikan perkataannya.

Keheningan menyelimuti mereka bertiga. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing, memikirkan hal yang sama.

Grey terbangun dari memangku dagunya, dan mendongak menatap Shin Hye “ tunggu dulu, apa mungkin yang sedang dirumah Hongki sekarang adalah Allen? “ serunya.

Hanya wajah melongo-longo tidak percaya saja yang terpancar diwajah Shin Hye. Ia kemudian teringat bahwa yeojah bernama Allen itu benar-benar persis mirip dengannya.

“Hya.. siapa lagi itu Allen? “ potong Hongki. Raut wajah geram bercampur penasaran terpancar jelas dari wajahnya, dan nada suaranya juga mulai meninggi. Ia merasa seperti hanya dirinya yang waras disini.

Shin Hye dan Grey hanya saling bertukar pandang, mengisyaratkan untuk salah satu dari mereka saja yang menjawabnya.

Lama Hongki menunggu salah satu dari mereka untuk menjelaskannya, tapi rasa kesabarannya mulai memudar. Ia beranjak dari kursinya dan memilih keluar dari kafe gila ini. Ia akan mencari tahu sendiri siapa yeojah bernama Allen itu. “ sepertinya tidak ada yang mau menjelaskannya padaku, baiklah, aku cari tahu sendiri “ ucapnya kemudian pergi dari kafe tersebut.

“ Hongkia..tunggu dulu “ pinta Shin Hye tapi namjah itu tidak menghiraukannya sama sekali. Ia bisa melihat emosi yang kuat dari namjah itu.

Lebih baik sekarang ia mengejar Hongki dan menjelaskannya sendiri, ia tidak mau masalah ini semakin memperkeruh suasana dan menambah luka di hati sahabatnya itu. “ Grey maaf aku pergi dulu ya, aku tidak bisa berdiam lagi “ ucapnya sambil meraih tasnya dan langsung berlalu meninggalkan kafe. Ia berlari kecil mengejar sahabatnya itu.

Grey hanya bisa diam saja dengan bibir menyunggingkan senyum pahit, ia rasanya ingin menghentikan yeojah itu pergi dan menghabiskan minuman mereka lalu pulang ke apartemennya dan menonton film atau hanya sekedar karaoke seperti malam-malam mereka sebelumnya. Namun, Hongki tampaknya lebih terpikirkan oleh yeojah itu dibandingkan dirinya. “tunggu dulu, kalau benar yeojah yang bersama Hongki itu adalah Allen, berarti yang akan rekaman nanti bukan Shin Hye melainkan Allen karena Allen lah yang menciptakan lagu tersebut, ia terpikir sendiri bahwa ia harus ikut campur dalam masalah yang melibatkannya ini.

 

Advertisements

2 thoughts on “[On Going FF] Coincidence – Chapter 3 : She’s Mine!

  1. min…ini mana ya lanjutannya, aduuuhhhh mimin tega nih bikin aku mati penasaran sm ni cerita, padahal lagi seru”nya lg ….aaaiiiissssshhh :3 #garuk tembok krn sedihdan penasaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s