[ENDING] Don’t Leave Me – FINAL PART!

“DON’T LEAVE ME!”
Final Part>Final Fantasy OF SHIN HYE
Cast: @skullhong @ssinz @CNBLUE_4 @uuuie and another fiction cast..
Special for “HONGSTAR DAN SHINHYE YANG LAGI UJIAN>>FIGHTING!”

Pemandangan itu segera menarik minat Shin Hye. Dengan cepat ia langsung meninggalkan teman-temannya dan menyebrang menuju toko. Hong Ki lalu menyusul Shin Hye.
“Apa yang..”, belum selesai Hong Ki bertanya, jawaban dari Shin Hye sudah ia dapatkan.
“Nanti saja..Ada yang lebih penting!”, dan gadis itu berhambur masuk ke toko roti. Karena sebuah toko yang besar, bisa dibayangkan, banyak etalase-etalase yang tinggi dan memamerkan keindahan seni dalam kue dan tart. Karena etalase itulah Shin Hye tidak dapat menemukan sosok Han Ji Ah. Gadis itu belum menyerah! Ia meninggalkan Hong Ki untuk menemukan Han Ji Ah. Tidak lama kemudian, muncullah sosok Yong Hwa, Yoo Jin dan Eun Hye (adik Hong ki) dari balik pintu. Yong Hwa buru-buru mengatakan sesuatu yang ia ketahui tentang Shin Hye.
“Ammanya? Bagaimana bisa? Hyung, jangan bercanda.. Han Ji Ah kan belum menikah?”, tentu saja Hong Ki shock mendengarnya.
“Heh… Babo namja! Memangnya kau tau Han Ji Ah belum menikah? #PLETAK!%$#@*!!!”, dan itulah hadiah Yoo Jin pada Hong Ki.
“Aaahhhh.. Kenapa suka sekali memukul orang dengan seenaknya seperti itu?”, kata Hong Ki sambil mengelus-elus bagian kepalanya yang dipukul Yoo Jin.
“Dia sudah akan menjelaskan, tapi kau malah berteriak seperti wanita! Kau kira ini sinetron? Dasar berlebihan! Kaget ya kaget saja, tidak perlu heboh seperti itu! Ini kan di toko orang!”, selama Yoo Jin ngomel-ngomel tadi, ia tidak menyadari jika beberapa pasang mata dari pegawai maupun pengunjung toko tengah melihatnya. Ia baru sadar saat Yong Hwa menyuruhnya diam dan meminta maaf atas perlakuan berisik mereka.
“Lihat kan?Siapa yang berisik?”, ledek Hong Ki.
“Kau mau lagi?”, tawar Yoo Jin dengan tangan mengepal.
“Ssshh Ck! Sudah!”, kata Yong Hwa gusar.
“Aku tidak mengerti kenapa kau mau dengannya Hyung!”, dan Yong Hwa tidak dapat mengendalikan Yoo Jin lagi. Kepalan tangan itu mendarat lagi di kepala Hong Ki.
“Aku melihat itu dibukunya. Hacci love Ji Ah..karena itu buku miliknya..jadi kupikir itu pasti..”
“Benar! Ia biasa dipanggil Hacci.”, potong Hong Ki atas penjelasan Yong Hwa. Baru saja selesai bicara, Han Ji Ah, melewati mereka dengan langkah sedikit berlari. Lalu muncul Shin Hye yang memanggil-manggil namanya dari belakang. Sekarang barulah Hong Ki mengerti. Mungkinkah Han Ji Ah tidak mau mengakui Shin Hye sebagai anaknya? Yah! Itu mungkin. Bukankah ia seorang selebriti? Pasti baginya, akan sangat mengganggu karirnya jika Shin Hye ada. Maka Hong Ki pun berdiri di pintu dan menghalangi jalan keluar toko dan membuat Han Ji Ah akhirnya berhenti juga.
“Siapa kau? Minggir dari sana!”, perintah Ji Ah.
“Kau! Apa kau ini sebenarnya? Putrimu itu mencarimu! Harusnya kau bersyukur memiliki seorang putri seperti Shin Hye.”, ucap Hong Ki yang marah pada sikap Ji Ah yang telah mengacuhkan panggilan Shin Hye.
“Tau apa kau tentangku? Apa kau pikir kelakuanmu padaku barusan itu sopan? Itu sangat tidak sopan!”, ucapnya yang memberi tekanan pada kalimat terakhirnya.
“Tidak sopan? Lalu bagaimana dengan anda NYONYA HAN JI AH? Apakah seorang Ibu yang tidak berhenti saat anaknya memanggil dan bahkan mendorong anaknya sampai terjatuh di jalan raya itu adalah hal yang sopan dan terhormat?”, balas Hong Ki. Sementara itu, semua orang dalam toko sudah berkumpul dan mendengarkan. Yah, siapa yang tidak ingin tau soal selebriti papan atas yang beradu mulut dengan anak SMA biasa?
“Berhenti menguliahiku! Kau ini benar-benar tidak sopan!”, bentak Ji Ah. Saat Hong Ki akan membalas lagi, Shin Hye sudah berdiri diantara mereka. Ia lalu menekuk kedua lututnya seperti orang yang tengah menyembah.
“Oemma..aku mohon..”, begitulah perkataan Shin Hye yang bergetar seperti orang yang tengah menahan tangis. Tetapi rupanya Han Ji Ah sama sekali tidak terpengaruh dengan ucapan itu.
“Dengar, aku tidak akan menyerahkan ginjalku padamu! Setelah apa yang kalian lakukan padaku.. Aku tidak akan pernah menyerahkannya! Pengawal!”, dan Ji Ah sudah akan melangkah pergi bersama pengawalnya yang kini berusaha menyingkirkan Hong Ki dari pintu masuk. Tetapi Shin Hye tidak habis akal! Shin Hye mengalungkan tangannya di kedua kaki ibunya.
“Oemma..baiklah..tapi..biarkanlah ada sosok seorang IBU..bisakah kami mendapatkannya?”, dan sekarang Shin Hye sudah terisak.
“Kami tau apa yang kau alami dulu.. Bahkan seorang anak pun tidak akan ada tanpa Ibu.”, lanjutnya. Yoo Jin, Yong Hwa, Eun Hye dan Hong Ki pun tidak tega melihatnya. Apa yang terjadi? Han Ji Ah lagi-lagi menghempaskan Shin Hye dan pergi bersama para pengawalnya meninggalkan keramaian toko. Hong Ki pun buru-buru menghampiri gadisnya.

Selama perjalanan dalam bis, mereka semua dalam keadaan diam. Hong Ki pun tidak dapat menghalangi Shin Hye yang memilih untuk langsung pulang. Akhirnya, ia pun juga pulang bersama Eun Hye, adiknya. Dalam kamarnya, Hong Ki kembali mengungat kejadian tadi. Ada yang membuatnya khawatir. Sesuatu yang diucapkan Ji Ah tentang menyerahkan ginjal telah mengganggu pikirannya, mengingat selama ini Shin Hye sering kali menunjukkan gejala seperti orang sedang sakit. Apalagi kalau ia mengingat tentang kejadian pingsannya Shin Hye. Ia tau kalau tidak ada yang bisa dilakukannya untuk menghilangkan perasaan khawatirnya. Tidak mungkin juga bukan kalau ia menemui Shin Hye setelah kejadian yang menimpa gadisnya malam ini? Hong Ki menghela nafas panjang, ia tidak habis pikir rasanya. Bagaimana mungkin malam yang seharusnya menjadi malam yang palin membahagiakan baginya, kini justru menjadi malam paling suram baginya? Han Ji Ah rasanya sudah memukul perasaan Hong ki. Sakit rasanya melihat gadisnya diperlakukan seperti tadi oleh Ji Ah. Untuk mengalihkan pikirannya itu, Hong Ki mencoba membuka akun twitternya saja. Dan..coba tebak! Sebuah timeline telah membuat Hong Ki berlari tanpa mengenakan jaket di tengah musim gugur yang dingin.
@ssinz : “Aku berada di Rumah Sakit lagi.”
Karena panik, Hong Ki yang kini sudah menaiki sepeda motornya sampai lupa bertanya di rumah sakit mana sebenarnya Shin Hye berada. Motornyapun menepi. Ia merogoh kantongnya saat secara bersamaan handphonenya yang memiliki gantungan couple pasangan Shin Hye itu bergetar. Nama Yoo Jin tertera dengan jelas. Rupanya SMS dari Yoo Jin yang memberitahukan berita tentang Shin Hye plus juga lokasi RS tempat Shin Hye dirawat-batin Hong Ki.
Dengan segera motorya pun meluncur ke lokasi.

Setibanya di rumah sakit, Hong Ki melihat mobil Han Ji Ah yang menurunkan Ji Ah yang terlihat terburu-buru masuk rumah sakit. Muka Ji Ah terlihat sangat panik. Hong Ki jadi berpikir yang tidak-tidak. Han Ji Ah mengubah pikirannya dan sampai datang ke sini? Ada apa ini? Apa sesuatu yang lebih parah dari kemarin (saat Shin Hye pingsan di kelas dengan darah mengalir deras dari hidungnya) telah terjadi? Tanpa ba-bi-bu, Hong Ki berhambur masuk dan langsung bertanya dimana kamar pasien Shin Hye pada pihak rumah sakit. Tetapi pihak rumah sakit mengatakan jika tidak ada pasien bernama Shin Hye.
“Tidak mungkin! Aku tau dia anaknya artis dan mungkin keberadaannya dirahasiakan karena privacy, tapi aku ini pacarnya! Tidak bisakah kalian mengerti?”, semprot Hong Ki yang frustasi berat pada pegawai RS yang tidak mau mengatakan keberadaan Shin Hye.
“Tuan..Di sini banyak artis juga yang sedang dirawat. Lagipula, kami memang tidak menerima sama sekali pasien yang bernama Park Shin Hye yang berusia 19 tahun, kalau pasien Kang Shin Hye yang berusia 28tahun dan sedang melahirkan baru ada.”, jawab pegaawai itu lagi.
“Mana mungkin tidak ada? Kalian jangan membohongiku ya! Dia itu anaknya Han Ji Ah! Lihat! Aku tau kan? Sekarang beri tau aku di mana dia?”, paksa Hong Ki. Pegawai rumah sakit baru mengerti saat Hong Ki mengucapkan soal Han Ji Ah.
“Oh.. Nyonya Ji Ah.. Yah.. dia tadi memang mengatakan kalau dia akan menjalani operasi pencangkokan ginjal dengan anaknya hari ini.”
“Pencangkokkan ginjal?”, ucap Hong Ki kaget luar biasa.
“Benar..anaknya sangat kritis dan harus segera dioperasi..Untuk itu dia sampai..”, belum selesai petugas itu bicara, Hong Ki sudah menanyakan di mana kamarnya. Setelah mendapatkan nomor kamarnya, Hong Ki langsung melesat pergi.
“A-Ah..He-hey.. Tuan.. pasien itu..tapi pasien itukan bukan bernama Park Shin Hye..”, kata petugas rumah sakit, tapi percuma! Percuma karena Hong Ki juga sudah pergi. Karena kesal, petugas RS itu berteriak sendiri.
“NAMANYA KAN YOON EUN HYE!! DASAR!!”(Nalo nah low nahlooo)
Sesampainya Hong Ki di lorong kamar Shin Hye, ia melihat keluarga Shin Hye, Yoo Jin dan Yong Hwa yang tengah berkumpul di depan kamar. Hong ki pun berlari menuju kamar Shin Hye. Yoo Jin yang melihat kedatangan Hong Ki ingin menyapanya, tetapi Hong Ki buru-buru masuk ke dalam kamar. Yoo Jin dan Yong Hwa tentu saja kaget dengan reaksi Hong Ki, tetapi mereka tidak menghalangi Hong Ki untuk masuk ke dalam kamar pasien.
“Kenapa dia itu? My Doll, apa kau tidak mengabarinya?”, tanya Yong Hwa pada Yoo Jin yang masih terpesona dengan adegan “Paniknya Hong ki” yang mengacuhkannya dan dengan muka tegang masuk ke dalam kamar.
“Apa? Aku sudah bilang tadi di SMS. Hah..Aku rasa dia melakukannya lagi! Tidak membaca sampai selesai. Hahahahagx”, dan Yoo Jin pun terkekeh. Karena kasihan, Yong Hwa mangatakan kalau ia akan membawa Hong ki keluar, tapi Yoo Jin menghalanginya.
“Biarkan saja! Anak itu! Biarkan! Dia kan bisa keluar sendiri? Aku tidak tau, bagaimana mungkin Ssinz mau menerima bocah itu jadi pacarnya.”

Di dalam kamar, Hong Ki melihat beberapa perawat yang tengah melepaskan beberapa selang. Ia juga melihat Han Ji Ah yang tengah mengusap-usap lembut rambut Shin Hye. Shin Hye? Benarkah itu dia? Saat Hong Ki mendekat dan dapat melihat dengan jelas muka gadis itu, Hong Ki cukup kaget juga. Yang terlihat olehnya bukan Shin Hye. Apa? Tapi? Lalu?-Hong Ki sendiri dekarang jadi bingung saat melihat pemandangan itu. Karena muncul tiba-tiba, perawat yang berada di dalam kamar itupun menyuruh Hong Ki keluar dari kamar karena pasien akan segera melakukaan operasi. Dengan langkah gontai, separuh nawa dan pikiran yang sudah melayang kemana-mana, Lee Hong Ki melangkahkan kaki keluar dari kamar. Setelah di luar, Hong Kilangsung memberondong Yong Hwa dan Yoo Jin dengan pertanyaan. Sementara itu, keluarga Shin Hye sudah pergi dan pindah ke ruang tunggu didepan ruang operasi.
“Tenanglah dulu..”, ucap Yong Hwa.
“Mana bisa begitu?”, ucap Hong Ki dengan nada tinggi. Karena sebal, Yoo Jin yang menyadari betul di mana mereka sekarang pun memarahi Hong Ki.
“Kau ini bisa tenangkan? Kita sedang berada di rumah sakit..kau kira kita sedang di mana hah?”, kata Yoo Jin dengan lirih namun jelas terlihat penekanan kata yang menunjukkan luapan emosinya. Baru saja setelahnya, Shin Hye datang dengan polosnya sambil memandang ketiga temannya yang terlihat berkumpul juga.
“What’s happen?”, tanya Shin Hye dengan polosnya. Melihat sosok Shin Hye untuk pertama kalinya setelah perjalanan menegangkan malam ini, Hong Ki langsung memeluk Shin Hye dengan sangat-sangat erat.
“Oppa..Op-I can’t breath-I can’t”, ucap Shin Hye tersengal dalam pelukan Hong Ki. Yoo Jin yang melihatnya langsung berusaha menyelamatkan Shin Hye, tapi gagal. Ia tidak bisa membuka tangan Hong ki.
“Yongpa bantu aku…”, rengeknya pada Yong Hwa. Tapi sepertinya Yong Hwa tidak mau membantu. Lima belas detik kemudian, Hong Ki pun melepaskan tangannya.
“Kau tau betapa khawatirnya aku?”, tanya Hong Ki pada Shin Hye. Hong ki rupanya menangis saat ia memeluk Shin Hye.
“Aku baik-baik saja..tidak ada yang terjadi padaku..Kenapa Oppa menangis begitu?”, tanya Shin Hye yang memang belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Dan Hong Ki kembali menenggelamkan tubuh kecil Shin Hye ke tubuhnya. Ia juga mencium kepala Shin Hye sambil menangis lagi.
“Syukurlah..Don’t leave me again..”gumamnya.
Setelah semua menjadi tenang, mereka semua pergi ke ruang tunggu operasi dan bergabung dengan seluruh keluarga besar Shin Hye.
“Aunty, Have you called Daddy? Where’s he now? He’s so long.”, kata Shin Hye pada Bibinya. Lalu Bibinya menjawab jika Ayah Shin Hye itu baru akan mendarat besok pagi.

Sekitar pukul tiga pagi, transplantasi ginjal oleh tim medis sudah selesai dan sukses. Seluruh keluarga sangat lega dengan kabar itu. Karena belum ada yang boleh masuk, maka mereka pun hanya menunggu di luar. Yong Hwa yang lapar lalu mengajak ketiga temannya pergi ke kantin rumah sakit. Keempatnya lau memesan makanannya masing-masing. Di kantin, Hong Ki menceritakan semua kepanikannya tadi.
“Salah sendiri tidak baca SMSku sampai selesai.”, kata Yoo Jin.
“Apa? Bisa-bisanya noona bilang begitu! Coba kalian dengar ini!”, dan Hong Ki pun membacakan bunyi SMS dari Yoo Jin.
“HONG, SSINZ ADA DI RS! AKU DAN YONG HWA SEKARANG SEDANG KE SANA! KE RS MEDICA. Begitu yang tertulis di awalnya.”
“Lalu? Ayo lanjutkan!”, tantang Yoo Jin.
“Lalu…KALAU KAU TIDAK KE SANA TIDAK APA. HANYA SAJA KAKAKNYA AKAN MENJALANI OPERASI BESAR, JADI KAMI KIRA SSINZ MEMBUTUHKAN TEMAN SAAT IA TEGANG NANTI.”
“Tuh kan? Kau sih..kebiasaan..”, ledek yoo Jin pada Hong Ki. Shin Hye pun hanya tersenyum mendengar penjelasan mereka semua. Dan ini saatnya Hong Ki mendapatkan penjelasan dari Shin Hyr.
“Selama ini, aku mencari Oemma karena kakak sudah sangat parah. Hanya ginjal Oemma yang cocok dengannya. Jadi aku mencari Oemma untuk itu! Oh, ya! Hacci itu juga nama kakakku!”, jelasnya sambil tersenyum
“Apa kalian saudara kandung? Yah..walaupun mirip, tapi mata kalian berbeda. Dan entah mengapa, perasaanku mengatakan kalau kalian itu tidak bersaudara.”, kata Yong Hwa.
“Eung..Yongpa salah. Kami saudara, hanya saja.. Aku adalah anak Daddy dari Mommy, sementara kakak adalah anak Daddy dari Oemma. Oemma marah karena Daddy menceraikannya dulu dan memilih menikah dengan Mommy. Daddy juga mengambil kakak dan membawanya ke Inggris. Mungkin Omma marah padaku karena aku anak Mommy dan ia marah pada kakak karena kakak tidak pernah berusaha untuk mencarinya. Padahal sebenarnya kakak sudah berusaha menghubunginya, tetapi karena ia adalah artis, jadi susah bagi kakakku untuk menghubunginya. Saat kondisi kakak semakin parah, saat itulah akhirnya Daddy mengirimku kemari agar konsentrasi belajarku tidak terganggu dengan kakak. Daddy dan Mommy mengurus kakak di sana. Tapi.. saat aku mengatakan pada kakak kalau aku sempat melihat Han Ji Ah, dia terbang ke Korea tanpa sepengetahuan Daddy and Mommy…Aku saja kaget! Dia lalu tinggal di sebuah rumah kecil dan kondisinya semakin memburuk sampai puncaknya ya malam ini.”, mereka semua manggut-manggut mendengar penjelasan Shin Hye yang sangat panjang itu.
“Lalu, bagaimana dengan kondisimu sendiri? Bukankah kau sempat pingsan?”, tanya Hong Ki yang sepertinya masih khawatir.
“Oppa.. itu hanya karena kelelahan..benar kok aku tidak apa-apa..kau bisa memeriksa catatan kesehatanku kok kalau kau mau!”, penjelasan Shin Hye itulah yang akhirnya membuat Hong Ki tenang.

Beberapa hari kemudian, setelah semua keadaan menjadi lebih baik. Mereka berempat kembali menunggu bis di halte yang sama. Bis datang, Yong Hwa dan Yoo Jin duduk bersama sambil suap-suapan sarapan pagi yang khusus dibuat Yoo Jin pagi ini untuk pacar tercintanya, Yong Hwa. Sedang Hong Ki juga duduk bersama dengan Shin Hye.
“Kau tau? You make me proud of you..”, gumam Hong Ki sambil menjilat manisan permen yang ia beli bersama Shin Hye pagi ini.
“O, waeyo?”, tanya Shin Hye dengan bahasa Korea ditambah ekspresi yang lucu. Aaahhh gemas…… Hong Ki pun mencubit pipi yeojanya itu. Shin Hye sama sekali tidak berkeberatan walaupun sebenarnya sakit juga dicubit seperti itu.
“Oppa, apa kau tau? Aku itu sedikit naif. Aku tidak seperti yang kau pikirkan tau!”, akunya pada Hong Ki.
“Eung, kenapa berkata begitu?”, tanya Hong Ki binngung. Sementara bis terus berjalan menuju sekolah.
“Ada alasan kenapa aku memperjuangkan kakak! Alasan keegoisanku juga sih! Sebenarnya, kakak sendiri sudah memintaku untuk tidak menemui Oemma karena ia sudah pasrah dengan kondisinya. Tadinya aku mau merelakannya kalau memang Tuhan akan mengambilnya. Selama ini, kakak sangat jahat padaku. Ia iri padaku, mungkin karena aku punya Mommy.”
“Lalu?”, tanya Hong Ki yang penasaran.
“Entahlah, tiba-tiba dia jadi baik dan mengatakan kalau aku harus menggantikan posisinya untuk menikah dengan John Hoon, pacarnya dari Inggris. Tadinya aku mau..”
“Apa?”, cemburu mode on Hong Ki.
“Iyah..pria itu sangat baik, berpendidikan, pekerjaannya mapan dan tampan!”, jelas Shin Hye.
“APPAA?”, teriak Hong Ki sampai beberapa ludahnya meloncat keluar dan membasahi wajah Shin Hye.
“Ahh..Oppa menjijikkan!”, kata Shin Hye sambil mengelap wajahnya.
“MANA BISA BEGITU? KAU MAU MENIKAHI ORANG LAIN BUKAN DENGANKU?MANA BOLEH BEGITU? KENAPA BEGITU?”, tanya Hong ki yang esmosi berat, membuat Yong Hwa dan Yoo Jin yang duduk di belakang mereka ikut mendengarkan. Yong hwa lalu metakkan air es yang dibawa Yoo Jin di dada Hong ki.
“Ini akan mendinginkanmu..”, kata Yong Hwa sambil senyum-senyum. Lalu Yoo Jin megambil wadah minuman itu dan mempelkannya ke kepala Hong Ki.
“Di sini baru benar! Ini biar dia ingat agar ia mendengar semua sampai selesai dulu.”, dan Yoo Jin pun terkekeh sambil kembali menarik wadah airnya untuk diminum.
“Aku memang menyetujuinya, tapi kan itu sebelum kita bertemu.. Saat aku bertemu denganmu, aku langsung suka padamu. Aku juga tidak tau kenapa. Akhirnya aku memutuskan untuk menolak permintaan kakak walau akhirnya gagal karena sudah terlanjur janji. Aku jadi berpikir lagi. Mungkin benar, bagaimana nanti kalau ternyata kau meninggalkanku? Tapi saat kau bilang I’ll never leaving you padaku.. Keyakinanku jadi bulat. Kalau aku tidak bisa menolak permintaan kakakku, maka satu-satunya jalan adalah kakak harus sembuh! Begitukan? Jadi aku memohon pada orang yang paling membenciku demi cintaku. Bukankah cinta itu butuh perjuangan?”, begitulah saat Shin Hye mengakhiri penjelasannya. Hong Ki pun memeluk Shin Hye..
“Eh…”, ungkap Shin Hye yang bingung.
“Now and forever. You’re mine. Don’t leave me even if we are so far or close. Sekarang, dan nanti..aku ingin kau yang jadi Ibu untuk anak-anakku..”, kata Hong Ki, WHAT? PLETAK$%^#@%!^!! Lagi-lagi bunyi aduh dari Hong Ki yang merupakan pelanggan tetap kepalan tangan Yoo Jin itu kembali berbunyi.
“Apa yang ada dalam otakmu itu? Kita masih SMA tau! Babo! Berpikirlah dulu untuk lulus.. Aku heran kenapa Shin Hye suka sekali padamu..”
Dan seperti biasa..pertengkaran dalam bis terjadi sampai tiba di sekolah. Setelah ini, tujuh tahun kemudian, di halte yang sama, kedua pasangan ini kembali lagi ke halte yang sama untuk menghadiri reuni SMA. Coba tebak, siapa yang bersama mereka? Hong Ki Jr. dan Yong Hwa Jr. Dan lagi-lagi mereka ketinggalan bis REUNITE yang memang disiapkan pihak penyelenggara! Oh No! Mereka lalu larut dalam gelak tawa saat keempatnya plus kedua anak mereka lagi-lagi gagal mengejar bis.

[❤‿❤_tb] sampai ketemu lagi di cerita yang lain…^^ @mekomik. [ʘ‿-_tb]

Advertisements

One thought on “[ENDING] Don’t Leave Me – FINAL PART!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s