[On Going FF] Vampire On School Part 4 : “The Stone Heart”

  • TITLE: V.O.S (Vampire On School)
  • Part 4 : The “STONE HEART”
  • Tribute for “NEVERLAND” HONGTER PAN and F.T. ISLAND

Suasana ruangan jadi begitu sunyi sesaat saat Kakek Fang mencarikan obat Hyun Joong. Sementara itu, Hyun Joong hanya berdiri terdiam saja di depan perapian. Hong Ki yang berada tepat di depannya terus saja memperhatikan Hyun Joong yang terlihat seperti tidak menganggap Hong Ki ada. Tidak lama, Kakek menemukannya dan memberikan obatnya. Karena Hyun Joong bukanlah orang yang suka menunggu atau berlama-lama, maka ia pun memutuskan untuk langsung pergi saja.
“Hey.. apa tidak ada yang mengganjal di pikiranmu? Katakan saja, nanti kau tidak akan puas jika masih belum tau.”, celoteh Kakek Fang saat Hyun Joong sudah kembali masuk ke perapian. Benar saja, Hyun Joong tidak langsung pergi, melainkan matanya bergulir dan menyorot sosok Hong Ki.
“Siapa dia?”, tanya Hyun Joong lalu matanya mendelik seperti orang yang tengah terkejut setelah ia menatap mata Hong Ki yang abu- abu itu.
“Dia Hong Ki, ada apa? Kenapa kau terkejut?”, tanya Kakek heran.
“Harusnya kau tidak perlu terkejut, mengingat kau sudah pernah mengenal seekor Hybrid. Yah..jadi..sekarang sepertinya takdir itu tidak berlakukan?”, cerutu di sudut bibir Kakek sudah akan habis saat Kakek mengakhiri kalimatnya. Sementara itu, Hyun Joong mengambil seperti semacam bedak dari sakunya dan menggenggam bedak itu di tangannya.
“Kau memang tidak pernah berubah! Tidak ada yang berubah dari takdir. Aku rasa dialah yang akan menerima takdir itu. Jadi seperti ini? Kukira ini akan berakhir begitu Sukkie pergi. Tetapi memang rupanya takdir itu bukan untuk Sukkie.”, jelas Hyun Joong yang kemudian membuat Kakek tersentak kaget.
“Sukkie mati?”, tanya Kakek memastikan. Hyun Joong hanya mengangguk lirih dan kemudian menjatuhkan semua bubuk bedak di atas api dalam perapian yang membuatnya lenyap bersamaan dengan kobaran api besar yang menyala dalam perapian. Ekspresi Hyun Joong itu terlihat sangat biasa. Sementara itu, mata Hong Ki langsung bergulir ke arah Kakek. Wajah Kakek terlihat pucat pasi dan Kakek renta itu buru-buru menenggak kopi yang dibuatkan Uee tadi. Ada Hybrid selainku? Ia bernama Sukkie dan telah mati? Apakah Sukkie yang telah menyelamatkannya malam itu?Dan Sukkie, adalah sesuatu dengan mata kuning besar yang dilihatnya malam itu…Sukkie-lah yang menjadikannya Hybrid!~ malam itu benar-benar membuat pusing Hong Ki. Kepalanya serasa mau pecah karena terlalu banyak pertanyaan. Belum selesai rasanya ia bertanya-tanya tentang Hyun Joong, ditambah lagi dengan Sukkie, dan ditambah lagi dengan takdirnya? Takdir apa? Sedangkan Kakek belum mau bicara apapun setelah mengetahui tentang kematian Sukkie dari Hyun Joong tadi. Sepertinya Kakek tua itu cukup shock mendengar berita itu, terlihat dari guratan-guratan keningnya bahwa ia sekarang sedang berpikir keras. Entah memikirkan apa.

Malam telah berganti pagi saat Yong Hwa kembali menerima semacam suntikkan dari Uee. Hong Ki tersenyum saat melihat hyung-nya itu bercanda akrab sekali dengan Uee. Sepertinya mereka sangat dekat. Ketika Hong Ki menanyakan apakah ia akan disuntik juga, Uee menjawab jika ia tidak perlu disuntik karena ia adalah Hybrid (vampire separuh lycan). Lycan tidak melepuh hanya karena panas matahari, itulah mengapa suntikkan hanya digunakan untuk vampire. Karena kulitnya peka pada matahari. Saat semua memutuskan berangkat, Hong Ki masih melihat Kakek tua Fang yang masih termenung saja. Hanya bedanya, kali ini ia membawa bingkai foto yang dipandanginya dalam-dalam, sampai-sampai Kakek mengacuhkan Uee yang pamit pergi ke sekolah. Kondisi ini lagi-lagi sungguh membingungkan.
“Nanti kami akan kemari saat pulang..”, ucap Uee saat mereka bertiga tiba di depan kelas Hong Ki.
“Mola, aku nanti bisa pulang sendiri. Menyenangkan ya! Bukankah kalian sekelas?”, kata Hong Ki sambil menyenggol lengan kakaknya.
“Masuklah! Jangan bercanda lagi!”, perintah Yong Hwa pada Hybrid pabo Hong Ki. Mereka pun berpisah dan Hong Ki masuk ke kelasnya. Ini dia, untuk pertama kalinya, ia menyadari jika ternyata jumlah siswa dikelasnya itu banyak juga. Yah, selama ini memang Hong Ki tidak memperdulikan siswa yang berada di belakang. Padahal mereka yang duduk di belakang memiliki banyak penggemar. Baik pria maupun wanita, tetapi mereka juga bukan manusia. Hong Ki bisa melihat itu dari warna mata mereka. Selama ini, ia tidak pernah memperhatikan yang lain karena ia sendiri saat masih “hidup” dulu saja sudah sangat populer.

Mata Hong Ki bergulir menelusuri semua siswa yang berada dideretan belakang. Tidak ada yang aneh, walau sebenarnya adalah sangat aneh bagi manusia biasa karena tatapan dingin dari teman-temannya, yang rata-rata vampire, padanya. Ia sudah selesai saat matanya tiba-tiba beralih fungsi menjadi sonar. Dengan cepat Hong Ki membalikkan badan yang kemudian adalah ia melihat sosok Seung Hyun tersenyum tengil.
“Apa yang kau lakukan di sini?”, tanya Hong Ki yang sebenarnya cukup kaget juga dengan kemunculan mendadak Seung Hyun.
“Aku ingin kau bertemu SKULL! Ayo!”, dan Seung Hyun membawa Hong Ki ke atap, di sebuah ruang bekas gudang penyimpanan alat-alat kebersihan yang sudah tidak terpakai. Ruangan itu terlihat cukup bersih dengan beberapa alat-alat kebersihan yang menggantung di dinding-dinding tua ruangan. Beberapa kertas dan buku-buku tua juga terlihat saat Hong Ki tiba di ruangan itu.
“Mana mereka..”, gumam Seung Hyun saat ia menyadari tak ada seorang pun kecuali mereka berdua di ruangan itu. Lalu Seung Hyun yang saat itu menggunakan semacam sarung tangan ditangan kirinya, kini melepaskannya dan memandang tato tengkorak yang ada di punggung tangannya. Seakan Seung Hyun memberi perintah pada tattoo itu, Tattoo itu bergerak! Tengkorak itu membuka dan menutup mulutnya yang hanya bergambar gigi tanpa bibir itu. Tengkorak itu bergerak seolah sedang bicara saja. Ternyata, kira-kira 10 detik setelah itu, Hong Ki sudah dikelilingi oleh tiga vampire yang datang satu-persatu. Sekilas nampak guratan tattoo yang sama di punggung tangan ketiganya.
“Jadi, lama sekali Sungkyun!”, kata salah seorang dari mereka yang menurut Hong Ki, pria dengan wajah “baby face”.
“Sungguh tidak mengindahkan peraturan.”, lanjut namja tadi.
“Aku baru saja bertemu dia. Asal kau tau ya, dia saja baru datang!”, begitulah pembelaan Seung Hyun.
“Sungkyun membela diri lagi..sudah jelas dia bersalah..”, kata salah seorang yang lainnya.
“Sudah cukup!”, akhirnya satu-satunya orang yang terakhir angkat bicara., membuat situasi menjadi kondusif lagi.
“Kau Lee Hong Ki kan?”, pertanyaan itu hanya dijawab dengan sebuah anggukan dari Hong Ki. Lalu vampire itu melanjutkan bicaranya.
“Aku adalah ketua dari SKULL, Choi Jong Hoon. Dan ini adalah adikku, Choi Min Hwan.”, jelasnya sambil mangalungkan tangannya ke pundak Min Hwan, sebelum ia melanjutkan perkenalannya lagi.
“Dan yang di sana itu adalah Lee Jae Jin.”, Hong Ki melihat vampire yang berdialog dengan Seung Hyun tadi dan Jae Jin hanya tersenyum saja.
“Aku kira kita bisa langsung saja. Seperti yang bisa kau lihat, SKULL sama saja dengan geng vampire yang lainnya. Tetapi sebenarnya kami berbeda misi. Misi dari SKULL adalah menjaga batu abadi, sementara yang lain mencari cara untuk menghancurkan batu keabadian yang dibuat oleh Kakek kikuk itu.”, jelasnya panjang lebar, lalu Hong Ki menanyakan tentang batu itu.
“Apa kau tidak pernah tau soal batu itu?”, dan hanya menggeleng adalah jawaban Hong Ki.
“Baik, akan kujelaskan secara singkat tentang batu itu. Dulu, sekolah ini adalah sebuah rumah milik seorang ilmuan gila. Ia memiliki seorang istri dan 2 orang anak. Suatu hari, sang istri meninggal karena suatu penyakit ganas. Rupanya penyakit itu menular ke putrinya yang kemudian juga mati.”, dan Hong Ki masih mendengarnya dengan tampang serius.
“Ilmuan itu menciptakan batu abadi yang tidak ada penawarnya dan menanamkan batu itu dalam jantung putri dan istrinya. Tapi pada kenyataannya, karena tubuh istrinya sudah membusuk, maka hanya putrinyalah yang selamat. Kau taukan siapa gadis itu?”, tanya Jong Hoon pada Hong Ki. Sangat bohong jika Hong Ki tidak tau gadis itu.
“Park-Park Shin Hye?”, sulit rasanya untuk Hong Ki menyebut nama itu.
“Yah, dan kami tidak ingin gadis itu jatuh ke tangan LYCAN! Untuk itulah, kami ingin membawa gadis itu pergi dari sana. Kau tau kenapa? Karena batu dalam jantung gadis itu bisa membuat vampire menjadi manusia, membuat lycan menjadi monster dan membuat manusia hidup abadi. Tapi kami sama sekali tidak bertujuan membunuh Shin Hye, karena kami sudah sangat menikmati jadi vampire.”, jelas Jaejin.
“Kami hanya tidak ingin, tidak mau perang berdarah itu terjadi lagi. Jika itu kembali terjadi, maka keseimbangan dunia akan terganggu. Rantai makanan akan terputus karena nanti pasti akan banyak manusia yang mati jika lycan berkuasa. Dulu, perang seperti itu pernah terjadi, bukan hanya manusia, kami para vampire, penyihir dan makhluk ajaib lainnya hampir musnah hanya karena LYCAN. Kami selamat karena ada lubang hitam.”, lanjut Min Hwan. Lalu Jong Hoon mengatakan jika tujuannya mengajak Hong Ki bergabung adalah untuk membawa Shin Hye keluar dan menjauh dari Hyun Joong.
“Kami tau jika Hyun Joong tidak akan menyerang adiknya karena ia mengkonsumsi obat dari profesor dungu yang menciptakan batu itu! Tapi itu tidak menjamin apapun!”

Langkahnya sangat lirih saat Hong Ki kembali ke kelas. Pikirannya benar-benar dibuat kacau. Jika Profesor Gila yang dibicarakan Jong Hoon tadi adalah orang yang memberi Hyun Joong obat itu, berarti Kakek adalah ayah Shin Hye? Tapi? Tapi kenapa mereka terpisah? Lalu apa hubungannya dengan Hyun Joong? Dan dengan tiba-tiba ia menangkap sosok Hyun Joong yang muncul dibelakangnya. Dengan cepat Hong Ki membalikkan badannya. Tetapi rupanya Hyun Joong lebih cepat! Ia mengunci leher dan tangan Hong Ki dan melompat pergi dari tempat itu. Mereka tiba di suatu ruang bawah tanah. Hyun Joong pun melepaskan Hong Ki. Kemudian ia menyuruh Hong Ki membuka ruangan itu. Lilin-lilin penerangan tiba-tiba menyala saat mereka masuk. Dan betapa kagetnya Hong Ki saat ia melihat sebuah foto keluarga yang berukuran besar dan dikelilingi oleh bingkai ukiran yang sudah tampak tua. Hal itu terlihat dari ukiran-ukiran bingkainya. Didalam sana, terlihat sosok muda sang profesor, Kakek Fang, Istri, dan kedua anaknya. Kejutannya adalah salah satu anak itu adalah Hyun Joong.
“Ayah tidak mau Shin Hye tau jika ia masih hidup.”, ucap Hyun Joong tiba-tiba.
“Kenapa?”, tanya Hong Ki yang masih terpaku di depan lukisan itu.
“Karena ia sendirilah yang menyebabkan semua ini. Sudahlah, kurasa sekarang bukan saat yang tepat untuk menjelaskan asal-usul keluargaku. Atau lebih baik, jika kau bertanya saja pada Ayah. Yang penting adalah, kau harus melindungi adikku.”, ucap Hyun Joong.
“Apa..apa Sukkie juga pernah kesini?”, tanya Hong Ki yang kini telah berbalik dan berjalan menelusuri ruangan pengap itu. Hyun Joong menarik nafas panjang.
“Tidak! Hanya kau yang tau. Sebelumnya, tidak ada yang tau ruangan ini, kecuali keluarga kami.”
Saat Hyun Joong menjawab itu, Hong Ki berhenti di sudut ruangan dan ia menemukan sebuah foto Shin Hye dengan mengenakan baju abad pertengahan. Ia tersenyum melihat gadis itu tersenyum dalam foto.
“Tapi aku tidak mengenalnya.”, ucap Hong Ki singkat.
“Sebelumnya aku belum pernah memohon pada orang lain untuk menjaganya. Tidak juga Sukkie. Karena aku tidak suka padanya. Dan sejujurnya, aku sendiri juga meragukan diriku.”, ucap Hyun Joong kemudian, yang membuat Hong Ki kembali mengingat perkataan Jong Hoon tadi tentang Hyun Joong yang seorang lycan.
“Aku mengorbankan diriku menjadi lycan, karena ini adalah satu-satunya cara untuk melindungi adikku dari serangan lycan dan makhluk lainnya.”, Hong Ki mengerti atas penjelasan Hyun Joong. Tentu saja, lycan adalah makhluk terkuat. Tiba-tiba sesuatu mengusik pikiran Hong Ki.
“Di mana batu satunya?”, spontan pertanyaan itu keluar dari mulutnya. Padahal tidak seharusnya ia membahas batu itu dengan Hyun Joong. Tetapi, Hyun Joong yang tampak jahat baginya, saat ini benar-benar tampak lain sekali dari apa yang dipikirkannya saat ini.
“Ayah memakainya. Untuk itu Kakek masih hidup sampai sekarang kan?”, ucapnya sambil tersenyum.
“Soal kau yang belum mengenal Ssinz, kau harus berusaha untuk itu. Bukankah kau harus berusaha untuk mendapatkan seseorang yang kau cintai?”, kata Hyun Joong santai. Hal itu membuat Hong Ki jadi kikuk dan kaget juga. Bagaimana ia bisa tau?
“Tolong ya..Lee Hong Ki..”, dan Hong Ki pun mengangguk.
“Oh, ya! Apa kau masih ingin di sini?”, tanya Hyun Joong pada Hong Ki.
“Kenapa aku tidak pernah tau kalau sekolah ini punya ruang bawah tanah?”, tanya Hong Ki balik. Tetapi tidak ada jawaban. Hong Ki pun menoleh dan ia sudah kehilangan sosok Hyun Joong. Matanya lalu menangkap secarik kertas yang sengaja ditinggalkan Hyun Joong. Kertas itu berbunyi:
AKU TIDAK BISA TERLALU LAMA, MAAF YA! KAU BISA MENEMUKAN ADIKKU DI KELAS IA , DIA MURID BARU. DAN JAGA DIA DARI MIN HOO.
JANGAN CARI AKU! KALAU KAU BELUM TERLALU PERLU.
Dan kertas itu tiba-tiba terbakar menjadi abu. Sekarang, siapa itu Min Hoo? Rasanya lelah sudah bagi Hong Ki untuk menjawab teka-teki ini. Saat ini yang dibutuhkannya adalah seseorang yang bisa menjelaskan semuanya sampai selesai. Sementara orang yang dimaksud justru buru-buru meninggalkannya.

Sementara itu, Uee dan Yong Hwa tengah mencari-cari Hong Ki saat keduanya bertemu dengan Shin Hye. Uee dengan senyum ramahnya langsung menyapa gadis itu. Lalu, entah kenapa, tiba-tiba Yong Hwa menjadi lapar! Lapar sebagai naluri vampire yang menginginkan darah. Saat melihat Shin Hye, entah darimana asalnya, rasa lapar itu muncul begitu besarnya. Karena bertemu di lorong belakang yang sepi, Yong Hwa yang sudah tidak bisa menahan dirinya, kini mulai bergerak menyerang Shin Hye. Uee mencoba menahan Yong Hwa, tetapi rupanya Uee dihempaskan begitu saja oleh Yong Hwa. Tubuhnya membentur dinding lorong yang menyebabkan retakan-retakan besar pada temboknya. Bisa dibayangkan bukan? Betapa kerasnya Yong Hwa menghempaskan Uee… Shin Hye yang ketakutan, kedua kakinya seakan terpaku dan ia pun tidak dapat bergerak. Dalam keadaan genting itu, keempat SKULL muncul. Jong Hoon, Min Hwan, Jae Jin dan Seung Hyun datang dan bertarung melawan Yong Hwa. Seperti yang dikatakan Kakek sebelumnya, kalau Yong Hwa adalah vampire echo, salah satu jenis vampire yang kuat. Bisa ditebak, tidak ada yang bisa menaklukkan Yong Hwa. Satu persatu dari mereka tumbang. Tetapi jangan pernah meremehkan Choi Jong Hoon. Jong Hoon bagkit lagi saat ia terlempar keluar, memecahkan kaca dan jatuh dari gedung berlantai tiga itu. Jong Hoon melompat dari bawah dan kembali ke lantai tiga. Ia melihat Seung Hyun yang dihempaskan oleh Yong Hwa, sementara Jaejin dan Min Hwan masih bertarung sengit dengan Yong Hwa.
“Sungkyun! Cepat bawa Shin Hye pergi! Cepat!”, kata Jong Hoon yang kini ikut bergabung dengan Jae Jin dan Min Hwan.
Sementara itu, Hong Ki yang kebetulan berada di lantai tiga untuk mencari Shin Hye dikelasnya, sekali lagi, pandangan sonarnya menyala. Dengan segera Hong Ki mampu memandang menembus tumpukan-tumpukan dinding yang membagi ruangan ruangan di sana. Ia dapat melihat beberapa orang bertarung, seorang gadis yang pingsan dan seorang lelaki yang menyelamatkan Shin Hye! Itu Shin Hye! Entah mengapa, ia mengenali Shin Hye dengan cepat. Dengan cepat pula ia berlari menuju lorong itu. Ia bertemu Seung Hyun yang lari. Seung Hyun lalu berhenti dan berkata, “Selamatkan mereka! Cepat!”. Sedangkan Shin Hye yang berada di atas punggung Seung Hyun sudah pingsan karena rupanya tadi secara tidak sengaja, ia berbenturan dengan Jae Jin yang dihempaskan oleh Yong Hwa. Hong Ki yang sekarang sudah sampai, dengan cepat ia menghantam tepat ke arah perut Yong Hwa. Membuat Yong Hwa terpuruk di suatu kelas. Yah, Yong Hwa yang terpental telah merusak dua tembok dan pingsan di suatu kelas.
“Maafkan aku Hyung.”, kata Hong Ki lirih setelah ia menghantam kakaknya sendiri.
“Aku akan mengurusnya, kami akan pulang. Apa kau ikut?”, ucap Uee yang rupanya sudah pulih. Hong Ki sendiri tidak tau bagaimana caranya Uee bisa pulih dengan begitu cepat. Ia baru tau kemudian saat melihat tangan Uee yang menggenggam sebuah suntikan.
“Nanti pasti Hyung akan marah. Lebih baik dia tidak melihatku dulu. Tapi pasti nanti aku juga akan pulang.”, jawab Hong Ki.
“Baiklah, kami duluan ya..”, ucap Uee yang sudah menopang tubuh Yong Hwa. Ia menggendong Yong Hwa dan pergi menghilang bersama udara.
“Shin Hye!”, teriak Hong Ki. Ia lalu berlari mancari keberadaan Shin Hye, karena geng SKULL telah menghilang dari tempat itu. Dan Hong Ki tau ke mana ia harus mencari.

Sesampainya di sana, di kelas tempatnya pertama kali bertemu dengan SKULL pagi ini. Di sana, Shin Hye masih pingsan. Keempat SKULL duduk terpisah dan menyebar. Sedangkan tubuh Shin Hye mereka letakkan di salah satu kursi. Hong Ki pun mendekati Shin Hye saat Jong Hoon memanggil namanya.
“Jangan sekarang!”, katanya sambil menggendong Shin Hye.
“Aku harus membawanya pulang. Aku pergi!”, lanjut Hong Ki dan Jong Hoon mengangguk tanda mengerti. Hong Ki mengantarkan Shin Hye pulang. Ia membaringkan tubuh Shin Hye di ranjang dalam kamar Shin Hye. Dengan setia Hong Ki menunggu Shin Hye sampai siuman, karena di rumah itu sedang tidak ada orang. Entah kemana perginya Hyun Joong saat itu. Akhirnya gadis itu siuman juga. Ia berusaha duduk di atas ranjangnya.
“Aku senang kau sudah sadar.”, ucap Hong Ki dengan mata tersenyumnya yang khas itu. Tapi apa yang terjadi? Reaksi yang ditunjukkan Shin Hye sungguh sangat aneh. Ia dengan tiba-tiba memeluk Hong Ki. DEG! Perasaan Hong Ki pada Shin Hye muncul lagi. Apa Shin Hye tau? Tapi yang kemudian terjadi adalah Shin Hye menangis di pelukan Hong Ki. Pelukan Shin Hye begitu erat padanya, sampai sampai Hong Ki dapat merasakan detak jantung Shin Hye yang begitu cepat dan tubuh Shin Hye yang berguncang karena menangis. Lalu Shin Hye melepaskan pelukannya, kedua tangannya menyentuh wajah Hong Ki dengan lembut.
“Apa ini kau? Benarkah ini kau? Apakah aku tidak bermimpi?”, ucap Shin Hye. Matanya berkaca-kaca saat ia mngucapkan kata perkata. Rupanya Hyun Joong sudah datang.
“Ada apa ini?”, tanya Hyun Joong yang heran melihat adiknya itu menangis dan di sana ada Hong Ki.
“Aku Hong Ki, aku tidak tau siapa yang kau maksud sebagai aku tadi. Karena kau sudah sadar, lebih baik aku pulang sekarang.”, ucap Hong Ki yang bangkit dari duduknya dan berjalan menuju Hyun Joong yang berdiri di depan pintu keluar kamar Shin Hye.
“Aku rasa lebih baik aku lewat sini.”, kata Hong Ki yang secara tidak langsung menyuruh Hyun Joong untuk minggir dari pintu. Hyun Joong mengerti, Hong Ki pasti belum mengatakan pada adiknya itu bahwa ia adalah Hybrid. Hyun Joong pun pergi dari pintu. Sebelum Hong Ki keluar, ia memalingkan wajahnya ke kanan. Ia bermaksud melihat Shin Hye sekali lagi saja hanya untuk memastikan. Shin Hye yang berada di atas ranjangnya, kini terlihat bingung walau masih dengan mata berkaca-kaca…..Hong Ki benar-benar tidak mengerti dengan reaksi Shin Hye tadi. Tapi sekarang ini yang ada dalam otaknya hanyalah KAKEK! Ingin sekali rasanya ia menemui Kakek tua itu dan meminta penjelasan atas semua ini! Bagaimana bisahanya dalam satu hari saja ia mengalami begitu banyak hal! Dan semuanya bermuara pada Kakek!! Kakek!! Kau harus mengatakan semua padaku!!-ancam Hong Ki dalam hati yang kini sudah melompat dari satu atap ke atap yang lain..

to be continue…

3 thoughts on “[On Going FF] Vampire On School Part 4 : “The Stone Heart”

  1. wahhhh, makin penasaran aja nih.
    tapi aku bingunug, kok shin hye tiba2 meluk hongki?? ada hubungan apa mereka??
    d’tunggu part selanjutnya aja deh ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s