[Special Valentine] One Shot HongYe’s Fanfic “Saranghandago” (+Full Pics)

This is Valentine’s present from us to you..Happy read..

Written+Created by Author : Ika Molista @ Facebook

SARANG HAN DAGO

Cafe Xin Hui terlihat ramai dan bising. Honggi yang baru datang langsung mencari meja kosong dan ia menemukan satu. Tepat di depan jendela cafe. Buru-buru Honggi menuju meja itu. Perutnya rasanya panas sekali, rasanya seperti rasa lapar itu dapat mengobati lukanya yang baru saja menerima kenyataan jika daebaknya ternyata mengkhianatinya dengan sahabatnya sendiri. Honggi menarik kursinya saat seorang yeoja juga menariknya. Yeoja itu sendirian saja, sama seperti Honggi yang sendirian saja.
“Heh..Apa yang kau lakukan? Aku duluan di sini.”, tiba-tiba yeoja itu membentak Honggi. Mwo? Enak saja..
“Ya, hey noona! Sudah jelas aku yang lebih dulu! Jadi…”, lalu Honggi menarik kursi dan mendudukinya. Ia duduk dengan ekspresi wajah penuh kemenangan. Yeoja itu langsung mengerucutkan bibirnya dan menggembungkan pipinya. Dengan bersiul-siul kecil Honggi sudah bisa membuat yeoja di depannya itu akhirnya meledak juga.
“Heeehh!! Namja babo! Minggir! Atau kalau tidak…”, ancam yeoja itu.
“Apa? Dengar ya noona, aku kesini karna aku lapar! Jadi tidak perlu repot-repot mengusirku, karena….aku juga tidak mau pergi dari meja ini.”, jawab Honggi hingga membuat yeoja itu menggembungkan pipinya lagi. KRIIUUKKK~KRIUUUUKKK~KRUUUKKK, terdengar suara yang berasal dari perut yeoja itu. Honggi tertawa dan melihat yeoja itu masih kekeh berdiri di sana. Kasihan juga..
“Hey noona! Kau kan sendiri saja, dan aku juga sedang sendiri. Jadi kenapa kita tidak..”
“Ah! Aku tidak mau pacaran dengan namja sepertimu!”, tiba-tiba saja ucapan itu meluncur dari mulut yeoja itu sehingga menghentikan kalimat Honggi.
“Mwo? Heh! Memangnya siapa yang mau pacaran denganmu? Aku cuma ingin bilang bagaimana kalau kau dan aku! Kita! Makan bersama di satu meja. Jelas?”, Honggi menjelaskannya sampai-sampai kepalanya berada tepat di depan wajah yeoja itu. Yeoja itu hanya manggut-manggut dan ia akhirnya duduk juga.
Makanan Honggi sudah hampir habis saat ia melihat yeoja di depannya sedang sibuk menggoreskan pensil di atas selembar kertas gambar sambil sesekali menghirup Float Ice Cream pesanannya. Honggi pun menegurnya karena makanan yeoja itu hampir dingin, tetapi Honggi justru diacuhkannya. Karena sebal, Honggi menarik paksa lembaran kertas itu hngga membuat yeoja itu kaget dan langsung pasang tampang sangar ketika tau Honggi merampas kertasnya.
“Kembalikan…”, pinta yeoja itu.
“Tidaak~”, jawab Honggi singkat.
“Kembalikan~. Kembalikan sketsaku..”, pintanya lagi.
“Sketsa?”, Honggi pun melihat lembaran itu. Di atasnya tergores gambar-gambar anime/manga dan juga tertulis nama animatornya, SSINZ.
“Jadi kau ini animator ya Ssinz?”, tanya Honggi sambil cengengesan tidak bersalah.
“U~uh! Kembalikan sketsaku! Sini kembalikan!”, tangan Shinhye mencoba meraih sketsanya tapi gagal.
“Anneyong noona, Honggi imnida.”,ucap Honggi memperkenalkan diri.
“Ya, siapa yang tanya namamu? Cih! Sini~ kembalikan sketsaku~”
JEGGEEERRRR*&%$*&#@*# dia tidak ingin tau nama orang setampan diriku? Dasar yeoja babo! Tapi cantik juga.. Tapi galak! Tidak-tidak..dia menggemaskan..
“Hey! Apa yang kau lihat? Kembalikan sketsaku!”, perkataan Shinhye barusan benar-benar membuat Honggi terlempar dari lamunannya.
“Sudah kubilang aku tidak akan menyerahkannya. Sekarang, lebih baik kau selesaikan dulu makananmu itu.”, jawab Honggi bulat. Shinhye akhirnya menyerah dan makan. Sketsa Shinhye diserahkan juga akhirnya setelah mereka selesai makan. Shinhye langsung meninggalkan cafe dan terlihat terburu-buru. Entah kenapa, Honggi begitu penasaran dan memutuskan mengikuti Shinhye dari belakang.

Sebuah toko baju jadi tujuan pertama yeoja itu. Shinhye keluar dengan mengenakan baju berkerah dan bertopi..bukan dengan rompi tanpa lengan dan kaos yang dikenakannya tadi. Honggi pun mengikuti jejak Shinhye tidak jauh dibelakangnya. Mereka tiba di sebuah gedung. Gedung itu dijaga oleh dua orang keamanan. Shinhye pun masuk ke dalam gedung itu. Honggi mengikutinya, tapi…
“Eeh~ kau dilarang masuk!”, salah satu petugas itu menarik tubuh Honggi dan memaksanya menjauh dari gedung.
“Tapi aku harus masuk…”, paksa Honggi daan ia mencoba masuk lagi…tapi…penjaga keamanan itu menghalanginya lagi. Mata Honggi lalu melihat ke arah spanduk besar yang tergantung di atas pintu masuk. Di sana tertulis “CARTOON GOES TO STREET”.
“Apa karna aku tidak punya tiket?”, tanya Honggi yang sadar bahwa ia tidak memiliki tiket untuk pameran itu. Tetapi petugas keamanan itu menggeleng dan menjelaskan jika tidak perlu ada tiket/karcis karena pamerannya gratis.
“Lalu kenapa aku tidak boleh masuk?”, tanyanya bingung.
“Lihat pakaianmu..Biarpun gratis, acara ini mengharuskan bahwa hanya orang-orang yang rapi saja yang boleh masuk! Apa kau mengerti?”, Honggi pun mengangguk tanda mengerti. Hah~bagaimana ini? Keluh Honggi dalam hati. TING! Oya! Aku kan menyimpan kemejaku di tas? Dan Honggi pun mengenakan kemejanya lalu masuk kedalam ruang pameran. Matanya menelusuri ruangan. Ia belum melihat Shinhye. Sudah dua kali Honggi berputar-putar tapi tidak menemukannya, sampai ia melihat pintu keluar. Itu Shinhye! Ia keluar dari gedung dengan membawa beberapa lembar kertas. Buru-buru saja Honggi keluar dan mengikutinya dari belakang. Mereka melewati toko-toko tua Seoul dan sampai di lampu penyebrangan saat Shinhye menolh karena ia merasa diikuti. Mata keduanya sempat bertemu saat Honggi dengan cepat mengalihkan pandangannya. Sepertinya Shinhye tau kalau Honggi mengikutinya. Tapi ia berusaha acuh dan terus berjalan tanpa menyadari bahwa lampu sudah berubah menjadi hijau. Hampir saja sebuah mobil menabraknya jika ia tidak ditarik oleh Honggi. Tapi Shinhye sepertinya tetap mengalami bencana karena saat Honggi menylamatkan Shinhye tadi, mereka terjatuh. Keduanya terjatuh dengan posisi Shinhye di atas tubuh Honggi dan lebih buruk lagi, Shinhye dengan tidak sengaja telah mencium bibir Honggi.
“AAAAAAAAA….”, Shinhye berteriak dan buru-buru bangkit dan duduk di trotoar. Ia mengelap bibirnya dengan kedua tangannya. Honggi sebenarnya kaget juga, tetapi biar bagaimanapun… sebenaranya, Honggi juga menikmati ciuman lima detik tadi.
“Kau ini! Aku sudah menyelamatkan nyawamu, tetapi kau malah berteriak ditelingaku.”, gerutu Honggi yang juga sudah bangkit duduk.
“Maafkan aku…”, ucap Shinhye karena biar bagaimanapun ucapan Honggi itu benar.
“Harusnya kau mengatakan terima kasih, bukannya meminta maaf. Babo!”, jawab Honggi.
“Iya~iya~ Gomaweo..”, dan Honggi pun senyum-senyum melihat ekspresi wajah yeoja yang ada di depannya itu.
“Untung aku mengikutimu..kalau tidak..”, ucapan Honggi terputus karena Shinhye memotongnya. Shinhye mekai-maki Honggi karena sebenarnya penyebab dirinya hampir celaka tadi adalah Honggi sendri.
“Haahh sudahlah! Lebih baik sekarang kita berdiri. Bukan malah ribut sambil duduk cantik dijalanan seperti ini.”, ucap Honggi yang kini sudah bediri. Ia mengulurkan tangannya pada Shinhye. Tetapi yang terjadi adalah Shinhye mengeluh sakit dikakinya.
Shinhye sekarang sudah berada di atas punggung Honggi. Yah..Honggi harus menggendong Shinhye pulang sampai kerumahnya karena luka memar dan goresan yang cukup dalam mendarat di kaki Shinhye saat mereka terjatuh tadi. Entah mengapa, Honggi merasa nyaman sekali berada bersama gadis itu. Ia senang bisa berada disitu dan melindungi gadis itu.
“Hongpa..Kamsahamnida..Terima kasih telah menolongku..”, ucap Shinhye di balik punggung Honggi. Engh~HONGPA?
“Hongpa? Apa maksudmu memanggilku Hongpa?”, tanya Honggi yang masih terus berjalan menuju rumah Shinhye sementara awan gelap sudah menggantung di atas mereka.
“Hongpa! Honggi Oppa! Keke..”, gadis itu tersenyum manis sekali, membuat Honggi lumer dibuatnya.
“Hongpa!”, panggil Shinhye.
“Ya, ada apa lagi Hacci?”, jawab Honggi. Hacci?
“Kok Hacci?”, tanya Shinhye. Honggi lalu menjelaskan jika wajah Shinhye mengingatkannya pada tokoh kartun Hacci yang memiliki pipi tembem seperti Shinhye.
“Siapa nama lengkap Hongpa? Kalau nama lengkapku Park Shinhye, kalau kau?”, tanya Shinhye.
“Aku Lee Honggi. Ah~sudah jangan banyak bicara.”
“Mwo..mian..pasti hongpa capek ya membawaku yang berat ini..”, ungkap Shinye yang merasa bersalah.
“Nado~Apa yang kau katakan itu? Kalau kau berat, kau sudah aku tinggalkan sedari tadi. Aku menyuruhmu diam karena saat ini kan kau terluka, jadi lebih baik diam saja.”, jelas Honggi yang juga jelas terlihat perhatian pada Shinhye.
“Tapikan yang terluka kakiku, bukan mulutku.”, cerocos Shinhye tidak terima. Tapi Honggi diam saja dan mengacuhkan gadis itu.
“Hongpa! Kenapa kau begitu baik padaku? Kita kan baru kenal-Hah! Apa? Apa jangan-jangan Hongpa menyukaiku? Kau menyukaiku ya Hongpa? Benar begitukan? Karna kalau tidak kenapa keu mau susah-susah mengantarku pulang padahal tadi aku sudah membuatmu jengkel di cafe dan aku…”
“Bagus kalau kau sadar bahwa kau ini menjengkelkan. Yang mana rumahmu?”, pungkas Honggi. Shinhye menunjuk salah satu rumah bercat coklat-hijau saat rintikkan hujan membasahi keduanya. Dengan setengah berlari akhirnya keduanya sampai di rumah Shinhye.

Hujan sangat deras mengguyur Seoul saat keduanya sampai di rumah Shinhye. Kakak Shinhye, Eunhye, langsung menghampiri keduanya yang basah kuyup. Honggi menjelaskan semuanya pada Eunhye dan Eunhye pun menyuruh keduanya menunggu sementara ia mengambilkan teh hangat dan obat untuk mengobati luka Shinhye.
“Apa sudah tidak apa-apa?”, tanya Honggi pada Shinhye yang tengah memijat-mijat kakinya sendiri.
“Eung..sudah baikkan..hanya memarnya ini yang sakit”, keluh Shinhye. Honggi lalu jongkok di depan Shinhye yang tengah duduk di sofa. Tangannya kini ikut memijat kaki Shinhye.
“Pasti karena terbentur trotoar tadi. Tidak apa-apa..Kau pasti akan baikkan nanti.”, ucapnya sambil tersenyum melihat Shinhye.
“Eung~Oiya!Hongpa! Kau belum menjawab pertanyaanku tadi..”, tiba-tiba Shinhye mengingat pertanyaannya tentang mengapa Honggi jadi sangat baik padanya. Apakah benar karena Honggi menyukainya?
“Ya, naneun neoreul sarang hada. Apa salah kalau tiba-tiba aku mencintaimu?”, ucap Honggi santai. Ia tidak tau jika Shinhye sebenarnya cukup shock mendengar pengakuannya barusan.
Kakak Shinhye datang kemudian dengan membawa dua gelas teh hangat. Lalu disusul dengan seorang anak lelaki yang kira-kira umurnya 8 tahun yang membawa kotak P3K.
“Itu adikku, Oh chan!”, ucap Shinhye saat melihat Honggi yang tengah menatap adiknya itu dengan penuh selidik.
“Ini, silahkan diminum.. minumlah dulu..Oh Chan..”, Eunhye memanggil Oh Chan dan menyuruhnya mengobati Shinhye sementara ia mengambilkan baju ganti untuk Honggi. Ia kembali dengan membawa baju ganti bekas ayahnya.
“Di mana rumahmu? Kalau jauh, lebih baik kau menginap dulu di sini. Hujan badai akan terjadi semalaman di Seoul. Jadi akan lebih baik jika kau menginap saja.”, saran Eunhye yang memang telah melihat siaran berita.
“Aku tidak tau apa ini jauh, tapi rumahku ada di Seoul Townsquare.”, jawab Honggi.
“Seoul Townsquare? Itukan jauh? Heeh..lebih baik kau menginap saja ya, Honggi?”, tanya Eunhye yang diiyakan oleh Honggi. Ia lalu menunjukkan kamar untuk Honggi, sementara Shinhye juga langsung menuju kamarnya sendiri. Malam itu, mereka banyak share tentang keluarga, sekolah, pekerjaan, hobi dan banyak lainnya di meja makan. Selesai makan, Honggi memutuskan kembali ke kamarnya. Di kamar itu, Honggi menemukan kotak yang terbungkus kertas kado. Karena penasaran, Honggi membuka tutupnya dan ia menemukan foto-foto Shinhye dengan seorang namja yang cukup tampan menurutnya (duh! padahal itukan Yong Hwa oppa! emang orangnya cakep Honggi >,<) tetapi lalu ia meletakkan kembali foto itu. Kriieett.. terdengar suara pintu kamar sedikit terbuka. Dari celah daun pintu, sepasang mata kecil tengah melihatnya dengan penuh tanya.
“Kemarilah Oh Chan?”, undang Honggi.
“Ah~kau tau?”, lalu bocah itu masuk ke dalam kamar Honggi. Di sana, Honggi banyak bertanya mengenai Shinhye pada Oh-chan. Honggi dan Oh-chan sangat akrab. Bahkan keduanya tertidur lelap bersama saat Shinhye datang dan mengintip mereka dari pintu kamar. Senyuman merekah di bibir Ssinz dan ia melangkah pergi saat ternyata Honggi memanggilnya dan menanyakan keperluannya datang ke kamar.
“Aku..tidak ada…aku ke sini Cuma untuk mengatakan selamat malam saja.”, jawab Shinhye dengan gelagapan.
“Eung~maaf juga ya kalau adikku merepotkanmu..sepertinya ia tertidur di sana. Ah~akan kupindahkan!”, usul Shinhye tetapi Honggi melarangnya dan malah menyuruh Shinhye untuk pergi tidur saja. Dengan cemberut,Shinhye kembali kekamarnya, tetapi, belum sempat ia melangkah jauh, Honggi memanggilnya.
“Ya?”, jawabnya. Ia melihat Honggi menunjuk ke arah kakinya. Otomatis Shinhye segera menggeledah pemandangan kakinya. JEGGEEERR…Tissue toilet sepanjang 10cm menempel di sandal karetnya. Shinhye kaget! Perasaan malu luar biasa langsung mendatanginya. Buru-buru saja Shinhye melepas tissuenya dan berjalan kembali ke kamarnya. Meninggalkan Honggi yang terkekeh di atas kasur.

Keesokan harinya, mereka berangkat bersama menuju kampus masing-masing. Dalam perjalanan, Honggi meminta Shinhye agar datang ke kampusnya nanti. Dasar keras kepala, Shinhye tidak mau. Tapi Honggi tidak kalah kerasnya, mau tidak mau, pokoknya yang ia mau adalah Shinhye harus datang ke sana karena ia ingin mengenalkan Shinhye pada teman-temannya. Terutama pada mantan pacarnya. Honggi ingin semua orang tau ia sudah bisa menemukan cinta baru. Cinta yang benar-benar ajaib karena mampu menghapuskan luka hatinya hanya dalam waktu sebentar saja.
“Mwo? Memangnya sejak kapan aku jadi sarang haneun-mu?”, tanya Shinhye yang jelas tidak terima karena memang ia belum menyetujui apapun tentang ini.
“Hey, Noona! Jeoneun dangsineul sarang hamnida. Harus aku katakan berapa kali lagi agar kau mau jadi chinguku?”, ucap Honggi dan keduanya harus berpisah karena Shinhye telah tiba di kampusnya.

Malamnya, Shinhye sedang menunggu bis untuk datang menemui Honggi saat ia terpaksa harus melihat pemandangan yang menusuk hatinya. Shinhye justru dengan tidak sengaja melihat Honggi yang baru saja turun dari bus dengan seorang wanita. Keduanya berjalan beriringan dan tampak akrab sekali. Entah darimana asalnya rasa sakit itu, tapi rasanya tiba-tiba ada yang mengiris hatinya..ingin rasanya Shinhye menangis. Matanya sudah berkaca-kaca saat akhirnya, Honggi melihatnya dan melambaikan tangan padanya. Melihat reaksi Honggi itu, Shinhye langsung mengacuhkannya dan masuk ke dalam bis yang memang tepat sekali datangnya. Di sepanjang perjalanan pulang, Shinhye menangis. Bahkan setelah sampai di rumah pun, ia masih menangis. Hatinya sakit! Itu sakit karena kenapa di saat Shinhye sudah mulai membuka hatinya lagi terhadap pria, tetapi ia malah~lagi-lagi dikhianati. Sementara itu, Honggi yang melihat Shinhye menangis saat ia menyapanya, langsung pergi mengejar Shinhye dan meninggalkan Seulhyun, mantan pacarnya, sendirian. Tetapi semuanya sia-sia karena Shinhye sudah menaiki bis yang langsung berangkat meninggalkan Honggi dan teriakannya. Tetapi bukan Honggi namanya jika tidak ada ide. Ia melihat persewaan skuter. Honggi buru-buru berangkat ke rumah Shinhye. Sesampainya di sana, hanya ada Oh-chan, sedangkan Eunhye sedang bekerja dan belum pulang. Oh-chan menjelaskan tentang Shinhye yang menangis saat pulang. Bocah lucu itu juga mengatakan jika Shinhye langsung pergi kekamar dan menangis di sana.

Keesokan malamnya, saat Honggi sudah menyelesaikan semua kegiatan perkuliahannya. Ia berencana menemui yeoja chingunya itu untuk memberikan satu kejutan! Ya, Honggi sudah membawakan bunga mawar putih dan coklat putih kesukaan Shinhye. Honggi melakukan semua ini karena hari ini adalah hari valentine. Ia ingin agar Shinhye tau bahwa seorang Lee Honggi sama sekali tidak ingin kehilangan cintanya lagi. Tetapi apa yang terjadi kemudian? Saat Honggi berjalan di jalanan setapak menuju rumah Shinhye, saat ia sedang menghubungi Shinhye berkali-kali dan gagal, ia malah melihat pemandangan mengejutkan. Hatinya rasanya remuk! Hancur! Kakinya terasa lepas dari tulang-tulangnya! Lemas. Tangannya pun demikian. Matanya mulai berkaca-kaca saat melihat dan mendngar sendiri bahwa namja yang berdiri di depan Shinhye sedang menyatakan cintanya pada Shinhye. Perasaan marah, sedih, galau, semua bercampur jadi satu. Dan Honggi pun menjatuhkan semua barang-barangnya. Ia berlari secepat kilat meninggalkan tempat itu. Shinhye menyadari akan kedatangan Honggi. Ia melihat namjanya pergi dan menjatuhkan semuanya di tempatnya berdiri tadi. Shinhye pun melihat semua barang-barang yang dijatuhkan Honggi. Shinhye memungutnya dan membaca kartu valentine yang bertuliskan “SARANGHAE.. SARANG HAN DAGO..DO SARANG HAL SUROK” yang kemudian membuat air matanya meleleh keluar. Tangannya merogoh dalam tas dan membuka handphone-nya. Lima missed call, dan semuanya dari Honggi. Ini membuatnya semakin sedih dan Shinhye langsung berusaha menghubungi Honggi balik walau tidak juga mendapat jawaban.

Sudah berkali-kali mencoba tapi Shinhye tidak juga mendapat jawaban dari Honggi. Entah mengapa, jauh dalam hati kecilnya, ia tidak bisa marah pada namjanya itu. Walaupun rasanya sakit saat harus melihat Honggi beresama wanita lain, tetapi sejujurnya, Shinhye juga sangat mencintai Honggi. Ia tidak tau bagaimana bisa itu terjadi. Ia hanya tau itu terjadi begitu saja. Shinhye masih terus berusaha menghubungi Honggi walaupun hatinya sedang merasakan perasaan yang sangat mengganggu. Ia merasakan hal buruk yang entah apa. Sampai akhirnya ia mendapatkan jawabannya. Shinhye menerima telepon yang entah dari siapa. Ia menjawab telepon itu yang ternyata datangnya dari rumah sakit. Mereka mengabarkan bahwa Honggi sedang terbaring koma di rumah sakit karena sebuah kecelakaan mobil dan mereka menghubungi Shinhye karena nomor Shinhye adalah nomor terakhir yang dihubungi oleh Honggi. Shinhye terkejut bukan main mendengarnya. Rasanya nafasnya terhenti seketika itu juga. Matanya panas dan kembali beruraian air mata. Ia membayangkan kejadian yang telah menimpa kekasihnya itu. Buru-buru Shinhye berangkat menuju RS dan menemui Honggi di sana. Setibanya di RS, Shinhye dapat melihat tubu Honggi yang terbaring lemah di ranjang. Shinhye tak henti-hentinya menangisi Honggi. Dokter yang memeriksa Honggi mengatakan jika kondisi Honggi sudah membaik setelah ia menerima beberapa jahitan.
“Untungnya dia tidak begitu banyak kehilangan darah. Sekarang kita hanya bisa menunggu sampai ia sadar.”, terang dokter kepada Shinhye yang kemudian pergi meninggalkan kamar Honggi.
“Ini salahku! Semua salahku! Aku tidak seharusnya meragukanmu. Harusnya kau tidak perlu mengalami ini semua..Kau mengalami ini di saat kau ingin merayakan hari kasih sayang denganku. Apa yang telah kulakukan? Maafkan aku..cepatlah bangun..maafkan aku..”, rengek Shinhye disebelah kasur Honggi sambil menggenggam erat tangan Honggi. Pelan-pelan, jari Honggi bergerak-gerak, ini membuat Shinhye berhenti menangis. Dan akhirnya, mata Honggi terbuka untuk pertama kalinya. Shinhye langsung menangis meminta maaf pada Honggi, tatapi Honggi malah berkata.
“Kenapa minta maaf? Sarang Han Dago! Jadi yang ingin kudengar dari bibirmu hanyalah ucapan SARANGHAE…”
Shinhye yang mendengarnya semakin berderai air mata. Lalu yang terjadi adalah Shinhye duduk di atas kasur Honggi dan meraih kedua tangan Honggi. Tatapan matanya kini berubah menjadi sangat dalam.
“SARANGHAE HONGPA…SARANGHAE~SARANGHAE~”
Honggi sangat senang mendengarnya, dan ia pun berkata,”Boleh aku memelukmu?”
Shinhye mengangguk dan tersenyum. Ia menundukkan tubuhnya agar Honggi dapat memeluknya sambil berbaring. Dalam pelukan Shinhye, Honggi kembali mengungkapkan sesuatu.
“Aku tidak akan pernah melupakan hari valentine ini. Bagiku hari ini adalah hari paling istimewa dalam hidupku. Itu karena Tuhan telah baik mengirimkanmu padaku.”, Shinhye melepaskan pelukannya dan berkata bahwa ia juga merasakan hal yang sama. Dan mereka berdua melakukan hal paling manis dalam hari kasih sayang. Bukan coklat atau permen, tetapi sebuah kecupan mendarat di bibir Honggi. Kurang lebih lima detik mereka melakukannya saat mereka kembali berpelukan lagi. Paling tidak, inilah akhirnya, dua orang remaja yang sama-sama pernah dikhianati dan sama-sama saling mencintai..
HONGSHIN_HONGSHIN_SARANG SEROUN.

~END~

Don’t forget to leave ur comment and advice guys ^^ love y’all!!

2 thoughts on “[Special Valentine] One Shot HongYe’s Fanfic “Saranghandago” (+Full Pics)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s