[On Going FF] “VAMPIRE ON SCHOOL (VOS)” Part 3 – “Shin Hye and the LYCAN”

  • V.O.S (Vampire On School)

  • Part 3 : Shin Hye and the LYCAN

  • Author:@mekomik and friends

  • Main cast: Lee Hong Ki, Uee, and Jung Yong Hwa

  • Other cast : Kakek Fang

  • Introducing : Seung Hyun and Kim Hyun Joong

Mereka melompat dan menjauh dari rumah yeoja yang bernama Shin Hye itu. Barulah setelah itu, kain hitam yang menutupi kepala Hong Ki dibuka. Hong Ki memperhatikan sekitar dan menyadari bahwa ia sedang berada di atap suatu gedung. Hong Ki lalu menyadari sesuatu jika tadi ada orang yang menyekapnya. Dengan sangat cepat Hong Ki berbalik dan bersiap memukul seseorang dibelakangnya yang sedang mengalungkan kain hitam ke lehernya. Kain yang juga digunakannya untuk menyekap tadi. Rupanya namja itu menyadari serangan Hong Ki dan melompat ke atas tumpukan pipa beton tua yang berada di sudut sisi atap. Hong Ki tidak mau kalah dan mengejarnya, tetapi lagi-lagi namja yang rupanya juga seekor vampire itu dapat menghindar dari serangan Hong Ki. Kali ini Hong Ki benar-benar marah! Hal ini terlihat dari perubahan warna mata Hong Ki yang berubah menjadi coklat terang. Hong Ki melompat turun dari pipa dan namja itu sekali lagi mencoba menghindar, tetapi kali ini gagal. Ia tertangkap di udara oleh Hong Ki. Tubuhnya terlempar ke atas beton gedung yang keras. Belum sempat ia bangkit, Hong Ki menyerbunya dengan mengangkat lengan baju namja itu hingga yang tadinya ia terjatuh dengan posisi tergeletak sampai melayang berdiri. Ya, kini Hong Ki mengangkatnya hingga ia sendiri tidak mampu berdiri dan melayang di udara. Hong Ki menatap namja itu tajam sambil berkata sesuatu dengan setengah meraung.

“Hey babo! Apa yang kau lakukan padaku! Kenapa kau menggangguku! Kenapa kau menyekapku? Kenapa! Jawab!”

“A-a-aku..mian..mian..lep-pas-lepas dul-lu”, namja itu kesulitan menjawab karena suara dalam kerongkongannya tersendat oleh tangan Hong Ki yang sudah mencekiknya. Kaki namja itu pun menari-nari di udara mengisyaratkan keinginannya untuk turun. Hong Ki pun menurunkan namja itu dan memberikan kesempatan namja itu untuk menjelaskan maksudnya menyekap Hong Ki.

“Aku menyekapmu karena aku tidak ingin kau celaka! Itu adalah rumah Hyun Joong. Dia adalah lycan terkuat di daerah ini. Kalau tadi kau bertemu dia, kau bisa mati dibunuhnya! Tapi apa yang terjadi? Malah aku yang hampir mati kau bunuh!”

“Hyun Joong?”, Hong Ki memastikan nama orang yang disebutkan namja yang ada di depannya, siapa tau kelak berguna. Mata Hong Ki yang tadinya coklat terang itu kini kembali ke warna aslinya, perak.

“Ya! Kim Hyun Joong! Dia adalah kakak gadis yang kau ikuti tadi.”, jelas namja itu sambil membereskan bajunya yang berantakan dan kotor karena perkelahian tadi.

“Hey! Bukankah gadis yang aku ikuti itu adalah seorang mugle? Lagipula, kenapa Hyun Joong mau membunuhku?”, Hong Ki heran karena bagaimana bisa seeekor lycan hidup satu rumah dengan mugle dan artinya, lycan itu luar biasa karena dapat menahan rasa hausnya akan darah manusia dalam waktu lama. Ia juga heran kenapa Hyun Joong mau membunuhnya segala.
“Um! Nama yeoja itu Park Shin Hye..hafalkan! Dia adalah satu-satunya adik Hyun Joong dan Hyun Joong telah bersumpah untuk menjaga adiknya agar tidak menjadi lycan atau vampire atau apapun juga. Ia ingin adiknya itu tetap menjadi mugle. Ia bahkan menyuntikkan obat-obatan yang ia dapat dari Kakek Fang ke tubuhnya tiap purnama, agar ia tidak sampai membunuh adiknya…Dan ia tidak sungkan membunuh semua vampire-lycan dan makhluk lainnya yang mencoba mendekati Ssinz..”, tiba-tiba namja itu sadar akan sesuatu. Ya! dia kan belum mengenal Hong Ki? Bahkan ia juga tidak tau apa sebenarnya Hong Ki ini karena Hong Ki memiliki ciri fisik yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Belum lagi, Hong Ki juga sangat kuat dan bisa membaca gerakannya dengan cepat, padahal selama ini belum pernah ada yang bisa menangkapnya jika ia sedang melompat. Parahnya, ia akhirnya ingat bahwa Hong Ki adalah salah seorang namja di sekolahnya yang kalau ia tidak salah, adalah kakak-beradik mugle dari grup band musik yang terkenal di sekolahnya.

“Hey kau! Dari tadi aku nyerocos padamu! Tapi aku belum mengenalmu. Oh, kalau tidak salah…bukankah kau seorang mugle? Sejak kapan kau jadi…apa sebenarnya kau ini? Kau terlihat seperti vampire pada awalnya, tapi saat kau menyerangku, kau malah lebih terlihat seperti seekor lycan.”

“Aku Lee Hong Ki! Kau benar, aku baru di sini dan kau tidak perlu tau makhluk apa aku ini.”, jawab Hong Ki singkat. Sebenarnya Hong Ki berusaha merekam penjelasan vampire yang ada di depannya ini dalam memorinya.
“Aku mengerti. Aku tidak akan bertanya, anggap saja ini sebagai balasan karena kau batal membunuhku tadi.”, namja itu lalu mengulurkan tangannya. Terlihat tatto ‘tengkorak’ di punggung tangannya. Hong Ki pun menyambut uluran tangan itu dan namja itu mulai memperkenalkan dirinya.

“Seung Hyun..panggil saja aku Sungkyun..Aku adalah vampire dari keturunan Gostphel dan dari golongan atau geng Skull. Ngomong-ngomong, apa kau mau bergabung dengan kami, Honggi?”, rupanya Seung Hyun sedang mencoba merekrut Hong Ki untuk masuk dalam Skull. Skull adalah salah satu geng vampire dari sekian banyak gerombolan, golongan maupun geng yang ada di daerah itu. Jika sebelumnya Hong Ki pernah bertemu dengan vampire Echo (vampire yang menggigit Hong Ki dan Yong Hwa), kini ia bertemu dengan salah satu anggota Skull yang melambangkan gengnya dengan tengkorak manusia. Secara tiba-tiba, pandangan sonar Hong Ki berfungsi dan ia melihat dua orang tengah berdiri tepat dibelakangnya. Seorang namja dan seorang yeoja. Hong Ki menolehkan kepalanya saat secara bersamaan suara dari yeoja, yang ternyata adalah Uee yang datang bersama dengan Yong Hwa, kakaknya, meluncur ke udara.

“Sungkyun, lepaskan tanganmu itu!”
Seung Hyun yang menyadari kehadiran Uee pun lalu melepaskan tangannya dan langsung melompat ke atas pipa beton tadi. Ini karena Uee berlari ke arah Seung Hyun untuk menyerangnya setelah ia bicara tadi.

“Hay…Uee…lama tidak bertemu ya? Tidak-tidak, kita kan bertemu setiap hari di sekolah. Oh! Bukan! Ya! Maksudku, lama tidak ngobrol denganmu ya…Uee! Kelihatannya, kau masih saja kalah cepat dariku bukan? Iyakan~U-ie?”, sapa Seung Hyun di atas pipa sambil duduk bersila.
“Ya! Anak kecil sepertimu tau apa? Kau kan hanya bisa berlari-lari seperti anak bayi…”, ejek Yoo Jin sambil menggoyang-goyangkan kepalanya, menirukan tingkah bayi jika sedang rewel.
“Pergi! Kalau tidak, aku akan mencakar pipimu lagi seperti dulu! Aku harap kau masih ingat kejadian itu ya-Sungkyun? Apa kau mau aku mengulanginya lagi?”, kini Uee mulai menggertak.
“Baik-baik..Aku akan pergi! Tapi dengar! Aku pergi bukan karena kalah darimu. Tetapi karena aku tidak akan membiarkan pipiku yang lembut ini tersentuh oleh tangan kasarmu..Aku tidak mau kehilangan pesonaku lagi seperti dulu..Tiga hari aku harus mengenakan akar-akaran bodoh hanya untuk mengembalikan lagi kulitku! Itu semua karena ulah kuku tangan babomu itu~”, cerocos Seung Hyun sambil sesekali mengumpat karena teringat peristiwa dimana saat itu Uee mencakarnya dengan ganas berkali-kali hanya karena ia tidak sengaja menyentuh bagian pantat Uee di suatu pesta di sekolah dulu…

“Hey! Untuk apa kau masih di sana? Apa kau…”, belum selesai Uee memaki-maki, Seung Hyun berdiri, melompat terjun bebas dari gedung dan mengucapkan selamat tinggal pada mereka semua lalu menghilang entah kemana.

“Huh! Hong! Apa kau tidak apa-apa?”, ucap Uee yang kini berbalik menghadap Hong Ki. Hong Ki hanya mengangguk dan Uee pun mengatakan,”Baguslah!”
Hong Ki tertegun melihat kakaknya yang datang bersama dengan Uee. Penampilan kakaknya sungguh beda. Tentu saja beda, bukankah kakaknya sekarang adalah vampire..

“Hyung…kau…”, Hong Ki menghampiri Yong Hwa dan memeluknya. Ia kemudian mengatakan jika ia senang Hyung-nya telah sadar. Hong Ki melepaskan pelukannya dan berkata,”Lihat dirimu…”

“Kenapa harus melihat diriku sendiri? Aku kesini untuk melihatmu! Kau!”, Yong Hwa berhenti bicara dan meninju ringan ke pundak Hong Ki.

”Gomawo! Karena kau telah menyelamatkanku..”, ucap Yong Hwa kemudian sambil tersenyum.

“Tidak Hyung..Aku kan tidak akan pernah membiarkanmu menghadapi semua itu sendirian..Aku senang sekali kau sudah sadar..Aku benar-benar khawatir. Tapi sudahlah! Sekarang lihat dirimu Hyung! Kau sangat keren! Kau harus mengajariku fashion tentang ini ya! Hahhahaahaa..”, Hong Ki tertawa, ia tertawa karena sebenarnya ia lega telah melihat Yong Hwa yang sudah sadar dan bahkan menemuinya saat ini.

“Kau ini…”, ucap Yong Hwa yang seakan tak percaya bahwa adiknya itu sama sekali tidak berubah dalam hal sikap. Walaupun sebenarnya, ia sendiri cukup kaget melihat perubahan fisik adiknya itu. Yong Hwa sendiri sekarang ini juga berubah. Yong Hwa yang sekarang sama sekali tidak terlihat seperti yang dulu. Dulu ia adalah cowok cool dengan pakaian kaos dipadu dengan kemeja masa kini dan dengan aura calm yang dipancarkannya. Yong Hwa sekarang adalah Yong Hwa yang berpenampilan mengarah ke emo dan classic-modern fashion dengan otot kering yang menghiasi tangannya. Matanya yang merah terang jelas menunjukkan jati dirinya sebagai vampire.
Malam itu, mereka akhirnya kembali pulang ke gudang Kakek Fang. Lagipula, hari juga sudah hampir subuh. Setibanya di gudang, Hong Ki melihat Kakek tua itu sedang mengetuk-ngetuk benda kecil ditangannya. Tetapi kemudian Hong Ki tersentak kaget saat suara Kakek menyapanya dari belakang.

“Syukurlah kalian sudah pulang…”, dan Kakek menghisap cerutunya dalam-dalam.

“Kakek! Bagaimana bisa….”, Hong Ki merasa takjub karena tidak sedetik pun ia menyadari perpindahan sang Kakek. Hong Ki menoleh ke tempat dimana ia melihat Kakek mengetuk benda asing tadi, tetapi ia tidak meelihat seorangpun disana. Ini sangat aneh menurut Hong Ki, karenaseharusnya walaupun sedetik saja, harusnya ia dapat melihat gerakan perpindahan Kakek, tapi ini…
Asap cerutu menyembul keluar dari hidung dan mulut Kakek. Sekarang Kakek tepat berada diantara Yong Hwa dan Uee. Apa? Cepat sekali…Aku bahkan tidak melihatnya..~batin Hong Ki. Yong Hwa pun sama begongnya dengan Hong Ki. Melihat kebengongan dan muka meminta penjelasan dari dua saudara itu, Kakek pun membuka mulutnya. Hong Ki dan Yong Hwa sudah fokus pada sesuatu yang akan Kakek katakan. Sudah begitu fokusnya, Kakek malah menutup mulutnya lagi dan duduk di depan mejanya sembari mengenakan kacamatanya yang hanya ada satu kaca (kacamata antik) yang bertengger di matanya.

“Kakek…” Hong Ki sudah mau bertanya tetapi Kakek buru-buru berkata,”Tidak usah kaget..Itulah kemampuan Jumper..Kami tidak sama dengan kalian..”
Hong Ki hanya manggut-manggut. Dinginnya suhu ruangan lalu terasa juga oleh sang Kakek. Ia lalu menyuruh Uee untuk menyalakan perapian yang ada di ruangan yang super sumpek (penuh barang-barang) itu. Saat api menyala dan mulai memancarkan hangatnya, Kakek Fang terlihat sangat mensyukurinya. Yong Hwa yang melihatnya justru merasa sedih.

“Aku bahkan tidak bisa merasakan hangatnya api sekarang. Hanya merasa saja tidak bisa…”, Yong Hwa lalu meremas-remas keningnya.

“Eee…”, Kakek Fang merasa bingung harus bagaimana. Kakek tau bahwa Yong Hwa belum bisa sepenuhnya menerima takdirnya sebagai vampire. Hong Ki yang mendengarnya pun mengerti bahwa pasti susah bagi kakaknya menerima kenyataan bahwa ia bukan lagi manusia normal, Hong Ki pun juga sama seperti Kakek. Ia tidak tau apa yang harus dikatakannya pada Hyung-nya itu. Suasana hening saat itu. Hanya suara percikan api yang menyentuh kulit kayu dalam perapian itu saja yang terdengar. Dalam suasana itu, tidak ada yang memperhatikan bahwa sebenarnya Uee tengah memperhatikan Yong Hwa. Sepertinya Uee menyukai namja super calm ini. Uee memandangi wajah Yong Hwa sampai-sampai tidak menyadari jika Yong Hwa sudah melihatnya sekarang.

“Uee..Uee..”, Yong Hwa berusaha memanggil Uee, tetapi sepertinya Uee sedang sibuk melamun dan fokus pada wajah Yong Hwa yang dalam lamunannya itu, Uee masih melihat wajah kusut Yong Hwa. Yong Hwa pun mencoba memanggil Uee lagi dan kali ini Uee sadar dan salah tingkah karenanya.

“Apa kau tidak apa-apa?”, Yong Hwa terlihat mencemaskan Uee.

“Em-A-apa? Aku? Aku tidak, tidak apa-apa. Aku hanya sedang terpikir sesuatu..Iyah, sesuatu…”, jawab Uee yang gagu sekarang.
Kakek yang mengetahui tentang apa yang sedang dirasakan cucunya terhadap Yong Hwa pun berusaha membantu cucunya itu.

“Uee..bantulah Yong Hwa..kurasa ia membutuhkan bantuan untuk lebih mengenal tentang kehidupan vampire. Ahh.. biar Hong Ki di sini bersamaku.. Yong Hwa, kau tau kan adikmu lain?”, Yong Hwa mengangguk lirih dalam penerangan minimal ruangan itu. Ruangan itu gelap semenjak mereka datang tadi. Ya, bayangkan saja, mereka tiba pukul dua pagi.

“Cepat pergilah! Besok pagi, mereka kan sudah harus bisa beradaptasi di lingkungan sekolah mereka? Lingkungan dimana banyak manusia di dalamnya” Kakek mengakhiri pembicaraannya dan Uee pun berdiri diikuti oleh Yong Hwa,”Kita ke atap saja ya…”, ucap Uee yang diikuti oleh persetujuan Yong Hwa dan mereka berdua pun pergi menuju atap, meningggalkan Hong Ki dan Kakek sendiri.
Entah kenapa, Hong Ki masih saja teringat oleh ucapan Seung Hyun tentang Shin Hye dan Hyung Joon tadi. Memikirkannya saja rasanya sudah mampu mengaduk-aduk perasaan Hong Ki. Menurut penjelasan Seung Hyun tadi, sama saja dengan ia nantinya tidak bisa mendekati Shin Hye. Hong Ki sebenarnya juga tau sedari awal jika ia jelas tidak bisa bersama Shin Hye karena mereka berbeda. Berbeda takdir walau dalam satu dunia. Jika harus disuruh meninggalkan Shin Hye, rasanya tidak mungkin bagi Hong Ki. Ini dikarenakan perasaanya pada Shin Hye sudah ada sejak lama. Shin Hye adalah seorang yeoja yang memenuhi type/kriteria cewek Hong Ki. Belum lagi Hong Ki selalu bertemu dengannya dulu saat masih menjadi mugle di sebuah toko dimana Hong Ki dan Kakaknya melewatinya setiap hari, toko Yung Shan.

Dulu, saat pertama kalinya Hong Ki melihat Shin Hye, adalah saat mereka tengah berbelanja dalam toko itu. Saat itu, Shin Hye berusaha meraih mie instan yang berada di jajaran atas. Shin Hye tidak sampai dan Hong Ki datang membantunya. Shin Hye berterima kasih dan tersenyum manis sekali, bau harum tubuh Shin Hye yang keluar akhirnya mampu juga membuat aliran darah Hong Ki berdesir dibuatnya. Seterusnya, Hong Ki selalu mencuri-curi waktu untuk ke toko hanya sekedar untuk melihat Shin Hye. Hong Ki bahkan mengikuti gadis itu sampai ke taman di pinggir sungai dan memotret segala gerak-gerik Shin Hye. Lucunya, Hong Ki tidak pernah berani mengungkapkan perasaannya. Karena hanya berada di dekat Shin Hye saja ia sudah sangat salah tingkah dan gerogi. Hong Ki juga tidak pernah tau tentang teman-teman Shin Hye, karena Shin Hye memang tidak pernah membawa teman untuk ke toko. Hong Ki juga belum pernah tau rumah Shin Hye sebelumnya, karena setiap kali Shin Hye pulang, selalu saja bertepatan dengan waktu latihan bandnya. Hasilnya, Hong Ki pun terpaksa meninggalkan yeoja itu untuk latihan dan tidak pernah mendapat alamat Shin Hye sampai baru kemarin ini ia mengetahui rumah yeoja itu. Tepat di saat Hong Ki sudah menjadi Hybrid, saat bersamaan pula ia mengetahui hal-hal penting tentang Shin Hye dan bersamaan dengan itu juga, Hong Ki harus merelakan takdirnya yang tidak mungkin bersatu dengan Shin Hye. Ya, galau total! Itulah tepatnya perasaan Hong Ki saat itu. Kenapa di saat aku tidak bisa bersatu dengannya-kenapa aku malah harus bertemu dengannya? Kenapa juga aku masih memiliki perasaan padanya padahal aku sudah mati? Bukankah harusnya rasa ini hilang? Hong Ki menutup matanya di tengah demo dan orasi hatinya. Kedua tangannya kini menopang kepalanya dalam duduknya di atas kursi yang ada dihadapan Kakek Fang. Dan lagi-lagi, hati Hong Ki berkecamuk~Kenapa harus jadi seperti ini? Kalaupun aku bisa bersatu dengannya, aku juga masih harus melewati kakaknya. Shin Hye, bisakah kau membantuku? Jika kau menjawab untuk mengusirmu dari pikiranku saja..Aku tidak bisa melakukannya… Tapi jelas kau akan berkata begitu padaku kan jika aku bertanya padamu?

“Maka dari itu! Tanyakan padanya…”, tiba-tiba Kakek nyeletuk. Rupanya dari tadi Kakek memperhatikan Hong Ki yang sedang galau itu. Hong Ki pun terlempar dari lamunannya dan mendelik pada Kakek. Jelas saja Hong Ki kaget! Bagaimana bisa Kakek tau tentang apa yang sedang dipikirkannya. Melihat Hong Ki memandanginya, Kakek malah berpikir untuk menggoda namja galau ini.

“Apa? Aku benarkan? Kau harus tanya pada orangnya jika kau mau tau jawabannya..Kalau kau tidak bertanya, dia bisa dengan segera jatuh ke tangan namja lain bukan? Namja yang berani mengungkapkan pe-ra-sa-an-nyah..hahahahahaa…heeehh…”. Kakek menghela nafas panjang sambil memutar-mutar lensa kacamatanya. Sementara Hong Ki, ia menaikkan bibir bawahnya ke atas dan berekspresi cemberut. Ia akhirnya buka mulut juga.

“Masalahnya tidak semudah itu…Kau kan tidak tau, Kek! Masalahnya sangat rumit!”

“Rumit? Apanya yang rumit? Kau sendiri yang rumit! Aaahhh… sudah.. sudahlah… mudah saja kan? Kau tinggal mengungkapkan perasaanmu saja padanya. Bereskan?”, ucap Kakek dengan cerutu di sudut bibirnya.

“Tapi..tidak semudah itu kan…melakukannya..”, jelas Hong Ki.

“Ya, bagaimana kau tau itu tidak mudah? Kau belum mencobanya kan? Belum mencoba sudah menuduh yang akan terjadi. Berhentilah menerka..Kalau tidak, apa kau mau menjadi satu-satunya hybrid galau? Bagaimana? Ha? Hybrid galau ya? Kekekekekekeke…”, Kakek terkekeh, membuat tubuhnya yang renta terguncang-guncang karena ‘hybrid galau’ tadi.”Dasar anak muda…Ada-ada saja…”, lanjutnya.

Mendengarnya membuat Hong Ki semakin cemberut dan manyun kemana-mana sementara Kakek kembali fokus pada kertas-kertas yang terbentang di atas mejanya. Percakapannya dengan Kakek tadi sepertinya tidak banyak membantu Hong Ki. Bola mata Hong Ki bergulir ke segala arah, tujuannya mencoba mengalihkan perhatiannya dari Shin Hye. Tetapi rupanya ruangan itu tidak mampu menarik minat Hong Ki. Hong Ki lalu menutup matanya saat ia teringat pada salah satu ucapan Seung Hyun yang menyebutkan jika Hyun Joong, kakak laki-laki Shin Hye yang juga seekor Lycan, meminta obat pada Kakek Fang untuk mencegahnya mejadi buas. Hong Ki pun tersentak dari duduknya dan buru-buru ingin menanyakannya pada Kakek, dimana saat bersamaan dengan itu, bara api dalam perapian tiba-tiba meninggi dan membara sangat besar. Hong Ki sampai kaget juga melihatnya. Tunggu! Hong Ki memicingkan matanya. Ia menangkap sosok seseorang tengah berdiri di dalam api. Hong Ki pun semakin shock!

“Gunakan pandangan sonarmu untuk memastikan.”, gumam Kakek. Lagi-lagi, seakan Kakek tau apa yang sedang ada dalam pikiran Hong Ki.

“A~pa? Aku hanya ingin tau apakah aku akan mendapatkan tamu?”, lanjut Kakek santai saat ia melihat Hong Ki tengah memandangnya penuh selidik. Hong Ki lalu mengalihkan pandangannya ke perapian lagi. Kali ini Hong Ki menggunakan pandangan sonarnya. Dalam api itu perlahan-lahan muncul sosok seorang namja. Namja ini cukup tinggi dengan rambut sedikit acak-acakan.

“Jadi, apa benar aku ada tamu?”, tanya Kakek.

“Kakek, di dalam api ada seseorang..”, jawab Hong Ki.

“Hmm.. Apa laki-laki?”, tanya Kakek lagi.

“Iyaaa…”, jawab Hong Ki pelan. “Dia seorang namja…dia tinggi, berambut acak-acakan dan mengenakan jaket…”

“Bagaimana dengan matanya?”, Hong Ki pun menggulirkan pandangannya ke atas, ke arah mata.

“Aahhh.. Kakek! Matanya-kenapa matanya? Sebelah matanya berbetuk seperti mata seekor ular…Aku…”, Hong Ki menghentikan pandangan sonarnya karena api perapian mulai mengecil. Api itu perlahan-lahan menjadi bara api kecil seperti semula tetapi kali ini, muncul seorang namja tampan dengan jaket kulit dan sepatu gunung. Namja itu melangkah keluar dari perapian. Hal ini membuat Hong Ki dapat memandang wajah namja ini dengan jelas. Dengan melihat salah satu mata namja ini saja, Hong Ki langsung tau bahwa namja ini adalah seekor Lycan. Dan ternyata benar!, Mata sebelahnya lagi benar-benar seperti mata seekor ular.

“Kakek, maaf mengganggumu selarut ini, tapi kau tau kan? Purnama akan datang besok.”, namja itu berbicara pada Kakek.
Sementara itu, Hong Ki justru bingung bagaimana namja ini bisa selamat dari kobaran api.

“Aku masih ingat! Aku tidak akan pikun…Aku malah mengira kau yang pikun! Bagaimana bisa kau seterlambat ini untuk mengambil obatmu, Hyun Joong?”, celoteh Kakek pada lycan itu.

“Hyun Joong? Apakah dia Kim Hyun Joong? Hong Ki tersentak kaget. Seakan di dorong dari atas gedung 60 lantai tanpa persiapan sebelumnya. Hyun Joong? Benarkah dia Kim Hyun Joong? Hyun Joong kakak Shin Hye yang diceritakan oleh Seung Hyun? Lycan ganas yang tidak segan untuk membunuh? Jadi, dia-namja ini-lycan kakak Shin Hye? Dan sekarang ia ada dihadapan Hong Ki~ Kim Hyun Joong? Dan batin Hong Ki kembali berkecamuk karenanya..Kim Hyun Joong saat ini berada dalam satu ruangan dengannya! Sementara kata Seung Hyun, siapa saja yang mendekati wilayahnya ataupun adiknya, akan dibunuh olehnya.
To Be Continued…

 

2 thoughts on “[On Going FF] “VAMPIRE ON SCHOOL (VOS)” Part 3 – “Shin Hye and the LYCAN”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s