[On Going FF] VAMPIRE ON SCHOOL Part.2 “You Are Hybrid”

  • V.O.S ( Vampire On School)

  • Part2 : You are HYBRID”

  • Author : Catz Ciitz Cuittz Ieka Momol @mekomik

  • Main cast:

  • Lee Hong Ki as HYBRID

  • Yong Hwa as Vampire and Hongs’ brother

  • Uee as Vampire

  • Kakek Fang as Old Scientist and Jumper

VAMPIRE ON SCHOOL Part.2

“You Are Hybrid”

Hong Ki hanya bisa berteriak-teriak tetapi perlahan ia kehilangan pandangannya dan mulai kehilangan kontrol terhadap tubuhnya. Ia merasa inilah akhirnya. Bahkan akhir juga untuk kakaknya, karena sebelum kehilangan pandangannya, Hong Ki samar-samar melihat kakaknya yang telah menutup mata tidak berdaya karena telah dihisap oleh dua orang vampire. Hong Ki merasa seperti bercermin pada kematian. Apakah aku akan berakhir seperti itu? Hyung..maaf~batin Hong Ki. Keadaan saat itu sangat mengerikan. Bayangkan, dua orang namja yang menjadi santapan bagi enam ekor vampire, di tengah gelap malam dalam sebuah lorong gelap dan lembab dimana tak seorang pun yang berpikir untuk datang ke sana.

Hong Ki kini mulai kehilangan kesadarannya, itu disebabkan karena darahnya cukup banyak yang terhisap. Akan tetapi, Hong Ki merasakan secara tiba-tiba dan sangat kasar, kedua gigi dari vampire yang menghisapnya tadi dicabut. Ia lalu terjatuh ke jalanan lorong yang basah dan berlumut, sementara ia lalu mendengar sekelilingnya sangat gaduh. Hong Ki berusaha membuka matanya ditengah ketidaksanggupannya. Karena terjatuh dengan kepala menoleh ke samping, maka orang pertama yang terlihat oleh Hong Ki adalah kakaknya yang kulitnya terlihat berkerut seperti orang tua dan terlihat kurus dan pucat seperti mayat. Apa Hyung mati? Tidak! Hyung!~Hong Ki hanya bisa berkata dalam hati karena tak sanggup bicara. Hong Ki meneteskan air matanya, ia menangis. Ia juga mengerti bahwa kondisinya sama dengan Yong Hwa.Aku akan menyusulmu Hyung! Tak akan kubiarkan kau sendiri..~kata-katanya yang pasrah dalam hati. Hong Ki lalu memutar kepalanya untuk memandang ke langit, ia masih dapat mendengar erangan dari beberapa vampire dan raungan dari sesuatu yang entah apa. Dan sesuatu yang entah apa itu muncul tepat di atasnya. Seperti seekor serigala, matanya kuning besar. Serigala itu menggigit dan mengoyak vampire yang saat itu juga menyerangnya. Serigala itu lalu menatap mata Hong Ki saat Hong Ki mulai kehilangan pandangannya lagi. Hong Ki dapat melihat mata kuning besar itu menembus pupilnya yang kosong. Dan lalu Hong Ki benar-banar kehilangan kesadaran.

Pelan-pelan Hong Ki dapat merasakan pikirannya lagi, ia tersadar, tetapi masih tidak berdaya. Yang jelas, Hong Ki sadar dalam pingsannya. Hong Ki sebenarnya tersadar saat ia tiba-tiba merasakan ada dua buah benda tajam yang menembus lehernya dan mengalirkan sesuatu ke dalam tubuhnya itu. Hong Ki merasakan sensasi yang luar biasa. Sensasi seperti dirinya hidup lagi. Ia bahkan dapat merasakan kakinya, tangannya, dan keseluruhan anggota tubuhnya yang tadi seperti mati rasa. Perlahan-lahan sesuatu yang tadinya mengalir dengan deras ke dalam tubuhnya itu kini melambat. Hal itu lalu disusul dengan lepasnya kedua benda tajam, yang dirasa Hong Ki adalah gigi vampire, yang tadinya tertanam di lehernya. Meskipun dapat merasakan seluruh tubuhnya kembali, Hong Ki masih belum mampu melakukan apapun. Ia lalu merasakan ada yang menetes di pipinya. Hong Ki lalu berusaha membuka matanya. Usahanya itu berhasil! Betapa kagetnya Hong Ki saat ia melihat sesosok pria tengah menangis di atasnya. Air matanya terasa sedingin air es saat menetes di pipi Hong Ki. Saat secara tiba-tiba saja ia merasakan hantaman keras dalam kepalanya. Mendadak Hong Ki merasakan sakit luar biasa dikepalanya yang kemudian membuatnya pingsan dan hilang kesadaran lagi.

Hong Ki merasakan darahnya mendesak tulang-tulangnya, membuat tubuhnya bergetar hebat. Ia merasakan desakan aliran darah hebat pada tulang ekornya yang naik dengan cepat ke tengkoraknya dan memenuhi otaknya. Aliran itu membuat Hong Ki serasa sedang dialiri listrik bertegangan kuat dibelakang tubuhnya yang berakhir di dalam otaknya. Saat aliran itu berhenti, Hong Ki membuka matanya, untuk pertama kalinya setelah kejadian itu. Ia merasakan dirinya sangat sehat, ia bahkan bangkit dari tidurnya. Ia lalu melihat sekeliling. Sepertinya, ia sedang berada di sebuah kamar sempit dengan satu ventilasi yang sangat kecil dan satu lemari kuno yang berukirkan serigala. Hong Ki lalu beranjak dari kamar itu. Tetapi, belum berdiri, ia secara tidak sadar dapat merasakan langkah kaki tengah melangkah ke tempatnya. Tiba-tiba pandangannya berubah menjadi layaknya pandangan sonar, ia dpat melihat dua buah kaki yang mengenakan sepatu hak tengah melangkah. DEG!Apa ini?Apa yang kulihat ini?~ Hong Ki dapat merasa dan melihat kaki itu semakin dekat dengannya. Ia lalu melihat ke bagian atas kaki, pandangan sonarnya membuatnya dapat melihat bahwa yang tengah melangkah itu adalah seorang yeoja dengan rambut lurus panjang dan ia tengah memegang semacam alat suntik dan botol cairan. Siapa dia?Kenapa?~Hong Ki merasa segalanya aneh. Ia lalu mengerjapkan matanya, membuatnya kehilangan pandangan sonarnya. Dan yeoja itu menjatuhkan botol cairan saat Hong Ki menoleh ke arahnya yang kini telah berada di daun pintu.

“Kau sudah sadar?”, tanyanya pada Hong Ki yang hanya bengong melihat yeoja ini menjatuhkan botol cairan berwarna biru terang, membuat isinya tercecer ke lantai dan cairan itu lalu menguap ke udara.

“Kakeeeeeekkkkkkk!!!!!”, pekik yeoja itu dan berlari meninggalkan kamar.
Hong Ki lalu mengikuti yeoja itu dan betapa terkejutnya Hong Ki saat ia keluar kamar! Ia mendapati gudang besar, sangat besar dan luas. Gudang itu berisi peralatan-peralatan ilmiah dan benda-benda kuno yang terkesan aneh. Penelusuran matanya lalu terhenti pada sesosok tubuh yang tergeletak di ranjang praktek dengan banyak selang merah menembus kulitnya yang lalu dikenali Hong Ki adalah sosok kakaknya, Yong Hwa.

“Hyung!”, Hong Ki lalu menghampiri kakaknya.”Apa yang..”

“Ah! Jadi sudah sadar ya? Hebat juga!”, tiba-tiba seorang lelaki tua datang dan memandang Hong Ki dengan tatapan menerawang.

“Apa yang kau rasakan? kelihatannya kau sangat baik bukan? Mr. Vampire X?”, ucapnya pada Hong Ki yang masih berusaha mencerna perkataan kakek ini. Kemudian, yeoja yang tadi memecahkan botol kini kembali dengan membawa botol dengan cairan yang sama dan dengan suntikannya. Yeoja itu lalu mendekati Hyung-nya dan menyuntikkan cairannya ke nadi kakaknya. Hong Ki sungguh bingung melihat semua ini. Rupanya, sang kakek menyadarinya dan membawa Hong Ki menjauh dan duduk di depan komputer yang lalu dioperasikan oleh sang kakek. Kakek tersebut melihat Hong Ki dan menjelaskannya pada Hong Ki.

“Tiga hari?”, Hong Ki memekik saat mengetahui bahwa ia pingsan selama tiga hari. Ia bahkan lebih kaget saat Kakek mengatakan bahwa dirinya adalah seekor vampire.

“Kau beruntung! Mereka belum menghabiskan darahmu! Terlebih lagi sepertinya seekor yang entah apa telah menolongmu, ia telah memberimu darahnya, sehingga kau bisa selamat dari kematian. Sedangkan kakakmu, ia juga beruntung karena jangtungnya masih berdetak saat cucuku menemukan kalian. Kakakmu itu, masih ada darah dalam jantungnya, meskipun sedikit, ia tetap masih bisa berdetak dan hidup meski organnya mati.”, cerocos Kakek panjang lebar.

“Tapi-tidak-vampire-itu-tidak-mana mungkin ada?”, ungkap Hong Ki yang masih merasa janggal dan tidak percaya. Hal ini membuat Kakek menggulung tumpukkan kertas yang ada dimejanya dan memukulkannya ke kepala Hong Ki.
“Apa sakit? Inilah persamaan vampire dan manusia, semua indranya masih berfungsi, kecuali semua organ dalam tubuhnya yang mati. Hanya saja, vampire mendapat kelebihan dalam sistem indranya. Sistem indra mereka meningkat paling banyak tiga kali lipat dari sistem indra manusia biasa. Dan vampire mengalami beberapa perubahan fisik! Nah! Pergilah bercermin, temukanlah dengan siapa sekarang Hong Ki lama sedang berhadapan. Hong Ki baru akan sangat mengejutkan!”, jelas Kakek lagi.
Hong Ki lalu pergi bercermin. Ia bercermin di depan cermin kuno yang di sisi atas bawah berukirkan kelelawar. Ia lalu bercermin dan tersadar akan perubahan besar yang terjadi pada fisiknya. Hong Ki dapat melihat rambutnya coklat kemerahan yang berubah dari warna dasarnya yang hitam. Turun, kini sasarannya mata. Pupil matanya terlihat hitam lebar dan matanya berwarna perak menyala. Turun lagi, Hong Ki menemukan bekas luka gigitan vampire yang ada di lehernya. Dan betapa takjubnya Hong Ki melihat tubuhnya yang tiba-tiba berotot. Dia bahkan lebih terkejut saat menyadari dirinya tidak bernafas.
“Cucuku U-ie juga seekor vampire, ia bahkan berteriak-teriak saat pertama kali ia bercermin dan melihat perubahan fisiknya dan menyadari bahwa ia tidak bernafas”, kenang sang Kakek. Uee yang baru saja duduk ikut tersenyum bersama kakek.
“Hey! U-ie, kapan kau menemukan kami?”, tanya Hong Ki pada Uee sambil masih bercermin.
“Aku menemukanmu saat pulang sekolah! Kalian diberitakan telah mati. Sebenarnya tadinya pagi itu aku mengira kalian telah mati karena polisi-polisi itu berkata seperti itu. Lalu aku tidak sengaja melihat tubuh kalian. Saat aku melihat kakakmu itu, aku sadar bahwa yang membunuh kalian adalah vampire. Lalu aku benar-benar merasa aneh saat aku melihatmu. Dari perkataan polisi yang kudengar, mereka mendapatkan keterangan dari penduduk sekitar bahwa kalian diserang oleh enam orang.”, terang Uee. Hong Ki lalu mengambil kursi dan duduk bersama mereka untuk mendengarkan.
Uee lalu melanjutkan,”Jika ada enam ekor vampire, jelas tak ada yang tersisa dari kalian. Karena satu vampire normal saja dapat menghabiskan ½ darah manusia. Dan kalian diserang di daerah vampire Echo, vampire Echo sendiri dapat menghabiskan ¾ liter darah dalam tubuhmu jika mereka sangat haus. Tapi yang terlihat olehku adalah justru tubuhmu dalam kondisi sangat baik, berbeda dengan kakakmu. Aku lalu mengikuti kalian dan membawa kalian pulang dengan alasan bahwa aku adalah keluargamu.”
“Begitu rupanya…”, ucap Hong Ki yang berusaha mereplay memorinya.
“Hey, kau kan sudah tau namaku dari kakek-siapa namamu? Aku sampai lupa menanyakannya.”, tanya Uee.
“Ah, aneyong.. namaku Lee Hong Ki. Dan itu kakakku, Jung Yong Hwa.”, kata Hong Ki memperkenalkan diri pada Uee dan kakek.
“Ah, Hong Ki..nama yang unik untuk seorang namja..Aku kakek Fang..Uee biasa memanggilku begitu..Aku adalah seorang ilmuan yang meneliti tentang kehidupan vampire, lycan, wizard dan jumper. Aku sendiri adalah seorang jumper. Dan aku yakin kau tidak ingin tau umurku kan?”, kini kakek yang memperkenalkan dirinya.
“Tunggu! Kakek, aku masih tidak mengerti-bisa kau jelaskan padaku tentang kehidupan baruku? Tentang ini semua? Dan juga tentang diriku?”, pinta Hong Ki karena jelas ia membutuhkan penjelasan.
“Hmm..”, kakek lalu menghela nafas panjang. Ia mengambil sebuah buku yang berada di atas PC komputernya. Ia lalu mengambil cerutu dan menyalakannya. Membuat gudang itu terkontaminasi kepulan asap cerutu. Kakek lalu membuka halaman pertama, yang bertuliskan WIZARD, dan ia memulai materinya.
“Di dunia, banyak sekali makhluk ajaib. Akan tetapi, hanya ada empat makhluk yang berhasil menempatkan diri sebagai rantai yang teratas. Mereka adalah Wizard, Vampire, Lycan, dan Jumper.WIZARD adalah penyihir sekaligus makhluk ajaib pertama di dunia. Dalam sejarahnya, penyihir berasal dari kelahiran seorang anak dari Ibu yang berdarah Mugle atau manusia yang sudah mati dan dibangkitkan kembali oleh sang Ayah yang berupa Roh Suci melalui suatu upacara suci untuk membangkitkan manusia menjadi roh suci. Penyihir sendiri lalu dibedakan menjadi dua, penyihir berdarah murni dan campuran. Penyihir berdarah murni adalah mereka yang menikah dengan sesama Wizard, sedang yang berdarah campuran, adalah mereka yang menikahi mugle. Wizard adalah salah satu makhluk ajaib yang tidak mau berbaur dengan manusia walaupun sebenarnya, mereka sendiri terlahir dengan fisik manusia, bukan roh. Mereka membentuk dunia sendiri. Jauh dari jangkauan manusia. Penyihir sendiri tergolong makhluk suci dan selalu dapat berpikir panjang. Itu dikarenakan, penyihir tidak memiliki suatu ketergantungan seperti yang lainnya. Mereka juga memiliki kekuatan magis dan mereka membuat tongkat ajaib sebagai alat perlindungan diri mereka. Mereka juga makhluk abadi karena mereka menggunakan ramuan abadi. Tetapi mereka juga bisa mati bila mereka terkena kutukan kematian.” Hong Ki hanya mengangguk-angguk saja sambil terus menatap Kakek yang kini menghirup kopi panas yang baru saja dibuatkan Uee.
“Yang kedua adalah JUMPER. Jumper adalah petualang waktu. Sepertiku ini. Kami adalah makhluk abadi karena kami dapat mempermainkan waktu. Jumper sendiri tidak diketahui sejarah pastinya. Tapi legenda mengatakan jika jumper dilahirkan dari dua manusia yang tidak sengaja masuk dan bertemu disuatu portal waktu. Jumper sendiri dapat mati jika mereka mengalami badai waktu atau menghentikan waktu.”, Kakek masih menerangkan dan Hong Ki kini membuka halaman selanjutnya yang bertuliskan LYCAN.
“Ahh.. Lycan.. makhluk abadi yang berwujud manusia serigala. Kurasa kau sangat akrabkan dengan kata-kata manusia serigala…”, ucap Kakek pada Hong Ki yang mengangguk membenarkan.
“Sama seperti dongeng masyarakat. Mereka pemakan daging manusia ataupun hewan dan peminum darah, jadi mereka dikatakan sebagai makhluk paling buas diantara lainnya. Yang salah hanyalah legenda bahwa mereka hanya berubah kala purnama. Lycan dapat berubah kapanpun mereka suka. Dulu memang mereka tidak bisa menghindari purnama, tetapi sekaang, seiring evolusi yang mereka alami, mereka menjadi salah satu makhluk yang terkuat. Mereka abadi, hanya jika mereka tidak tertusuk perak di jantungnya. Hanya jantungnya. Seranglah Lycan tepat dijantungnya atau sengatlah dengan aliran listrik yang sangat besar, maka mereka akan mati.”, Hong Ki manggut-manggut mendengar Kakek.

“Terakhir, yang pasti harus kau ketahui, VAMPIRE. Vampire sudah ada sejak lama. Mereka lahir dari Mayat Hidup yang menikah dengan Mayat Hidup. Vampire tergolong buas karena memiliki kecenderungan haus darah yang sulit dihilangkan bahkan hingga saat ini. Seperti mitos, vampire memang dapat berubah menjadi kelelawar. Hanya saja itu dari peranakan vampire atau pure vampire. Jika tidak, mereka tidak akan bisa merubah dirinya. Vampire adalah makhluk yang paling cepat berevolusi. Vampire yang dulu, terkenal sangat rapuh. Mereka dapat dibunuh dengan banyak cara. Mereka dapat dibunuh dengan salib, perak, bawang putih, air suci dan takut akan matahari. Tetapi mereka berevolusi dan kini, mereka tidak takut pada cahaya matahari dan salib lagi. Salib yang bisa membunuh mereka hanyalah salib yang berbahan perak atau disinari dengan Ultraviolet.”

“Kakek, boleh aku bertanya?”, ucap Hong Ki. Kakek pun mengangguk.

“Apakah vampire memiliki penglihatan seperti penglihatan sonar?”, Hong Ki rupanya menanyakan apa yang dialaminya.

“Vampire memang dapat melihat benda yang bergerak ceepat menjadi dalam keadaan lambat. Tetapi tidak memiliki penglihatan sepertimu.”, jelas Kakek.

“Tapi aku.. Bag..”, kata-kata Hong Ki terpotong oleh Kakek yang kini kembali menjelaskan.

“Itu karena kau bukan Vampire. Kau ini HYBRID.”

“Hybrid?”, Hong Ki semakin bingung.

“Ya! Aku meneliti darahmu dan sepertinya, malam itu bukan hanya vampire yang menggigitmu, tetapi juga seekor Lycan”, ucapan Kakek ini membuat Hong Ki terbayang akan dua bola mata kuning besar yang dilihatnya malam kemarin.

“Tetapi bahkan seekor Lycan pun tidak memiliki kemampuan sepertimu. Makhluk yang menggigitmu rupanya seorang Hybrid juga. Hybrid adalah percampuran darah manusia, vampire dan lycan. Dan Hybrid tidak pernah menikah. Mereka tidak pernah memiliki keturunan. Hybrid meneruskan kaumnya dengan cara menggigit mangsanya, bukan membunuh. Hybrid termasuk makhluk langka yang sampai saat ini merupakan yang terkuat diantara yang lainnya karena mereka membuang kelemahan dari vampire dan lycan. Bahkan hanya ada satu cara untuk membunuh Hybrid! Yaitu menusukkan pasak perak ke jantungnya. Satu lagi! Semua manusia akan kehilangan perasaannya jika mereka berubah menjadi makhluk ajaib.”, kata Kakek menutup perbincangan.

(*)

Malam pun tiba, Hong Ki masih mengingat perkataan Kakek tadi siang. Ini artinya ia bukan Vampire ataupun Lycan ataupun manusia. Ia adalah Hybrid yang memiliki kemampuan besar. Bukan hanya itu yang ada dalam pikirannya, tapi juga kakaknya yang Kakek bilang bahwa dini hari nanti kakaknya akan sadar. Lalu Hong Ki merasakan ada seseorang yang berdiri di depan pintunya. Ia menoleh, rupanya Uee, Uee lalu masuk dan duduk di samping Hong Ki yang rebahan di atas ranjangnya.

“Aku tau kau banyak pikiran. Kau pasti memikirkan bagaimana cara menjelaskan pada eomma dan appamu kan? Aku ya..”, belum selesai bicara, Hong Ki lalu memotong Uee.

“Ya! Eomma dan Appaku kan sudah meninggal lama! Dasar sok tau!”, ungkap Hong Ki yang sebenarnya kesal karena kedatangan Uee disaat dirinya ingin sendiri.

“Mwo? Mian..aku tidak tau..lalu, apa sebenarnya yang sedang kau pikirkan?”, Uee kembali bertanya, tetapi Hong Ki hanya diam saja.

“Menurutku, lebih baik kau keluar dan mencoba kemampuanmu. Kakek tidak akan marah karena kau telah diberi obat yang membuatmu kehilangan selera akan darah manusia.”, ucap Uee mengusulkan. Uee lalu pergi meninggalkan kamar Hong Ki dan juga sekaligus membuat Hong Ki memikirkan usul Uee tadi.
Hong Ki keluar kamar, ia melihat Kakek yang sedang sibuk dengan komputernya. Hong Ki lalu melihat Uee yang juga menatapnya dari kejauhan. Uee tersenyum dan menganggukkan kepala. Hong Ki melihat mata merah Uee seakan ia sedang berada tepat di depan Uee. Hong Ki lalu keluar dari gudang, ia berencana mengambil baju-baju miliknya dan Hyung-nya untuk dibawa ke gudang. Ia memutuskan untuk tinggal bersama Kakek sementara waktu, seperti yang sempat diperbincangkan Kakek.
(*)
Hong Ki selesai mengepak barang-barangnya. Ia lalu keluar lewat jendela atas dan melompat layaknya Lycan. Saat itu, Hong Ki benar-benar merasa lain. Ia melompati gedung satu dan yang lain. Bahkan seringkali Hong Ki melakukannya sambil berteriak. Ia lalu mendarat di atas sebuah toko roti yang bersebelahan dengan toko barang antik. Dan betapa terkejutnya Hong Ki saat ia mencium aroma parfum yang sangat ia kenali. Pandangan sonarnya pun bekerja dan Hong Ki pun terpana saat ia melihat seorang yeoja yang sangat ia kagumi dan sukai selama ini. Yeoja itu terlihat memasuki toko barang antik.

“Dia manusia.. Sekarang benar-benar menjadi sangat tidak mungkin untukku bukan? Tapi..aneh! Bukankah Kakek bilang kalau semua perasaan akan hilang..Tapi kenapa? Kenapa rasanya aku ingin selalu berada di samping gadis itu? Apa ada pengecualian untuk cinta? Bahkan aku menyukainya lebih besar saat ini dari kemarin.”, gumam Hong Ki yang kini menunggu Shin Hye di atas toko roti.
Tidak lama, yeoja itu keluar dan berjalan pulang. Hong Ki mengikutinya. Sesekali yeoja ini menoleh ke belakang karena merasa diikuti. Namun, akhirnya ia menyerah dan masuk ke dalam rumahnya. Hong Ki melihat yeoja itu naik ke kamarnya yang ada di lantai atas. Hong Ki idak kehabisan ide untuk dapat melihat dan mencium aroma yeoja ini. Ia pun naik ke atas pohon yang tepat berada di depan jendela kamar yeoja itu. Ia lalu menggunakan pandangan sonarnya yang biru-putih-hitam saat tiba-tiba ada seseorang yang menutup kepalanya dengan kain hitam dan menariknya dari atas pohon…

to be continued..
special tribute for F.T. Island..the other member will be able in the next epic..
who is him? Orang yang udah nyekap Hongstar dari pohon.. ^^

Mianhae penulisnya nambah..ini dikarenakan penulis harus menggali info tentang vampire. Gomawo..

One thought on “[On Going FF] VAMPIRE ON SCHOOL Part.2 “You Are Hybrid”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s